detikNews
2019/10/20 08:52:59 WIB

Tak Ingin Halangi Pelantikan Presiden, BEM SI Aksi 21 Oktober Besok

Jabbar Ramdhani - detikNews
Halaman 1 dari 2
Tak Ingin Halangi Pelantikan Presiden, BEM SI Aksi 21 Oktober Besok Demo mahasiswa beberapa waktu lalu (Foto: Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta - Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) menganggap pelantikan Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin sebagai presiden dan wakil presiden terpilih merupakan momen penting. BEM SI menyatakan menghormati prosesi tersebut dan tak ingin jadi penghalang.

"Pelantikan pemerintahan baru, menjadi sebuah momen penting untuk mengubah arah bangsa. Kami memandang, bahwa pelantikan Presiden dan Wakil Presiden merupakan momen penting, hasil dari proses demokrasi yang wajib kita hormati bersama," kata Koordinator Pusat Aliansi BEM SI, Muhammad Nurdiyansyah, dalam keterangannya, Minggu (20/10/2019).

"Oleh karenanya, upaya menghalangi pelantikan Presiden dan Wakil Presiden, bukanlah cara penyampaian pendapat yang bermartabat dan bagian dari demokrasi yang baik. Aliansi BEM Seluruh Indonesia pun, menegaskan bahwa kami tidak terlibat dalam setiap upaya penghalangan Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia" sambung Ketua BEM IPB ini.


Meski demikian, BEM SI menyatakan tak akan menghentikan eskalasi gerakan. Dia mengatakan mahasiswa akan terus bergerak menyuarakan kepentingan rakyat.

BEM SI menyatakan kecewa terhadap rencana dialog bersama Jokowi yang tidak terwujud hingga akhirnya dilantik dalam periode keduanya. Hingga hari ini BEM SI mengaku tak ada respons dari Istana terkait syarat pertemuan yang dilakukan secara terbuka dengan disiarkan secara langsung di televisi nasional.

BEM SI pun memutuskan kembali turun ke jalan sehari setelah Jokowi-Ma'ruf dilantik.



Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com