detikNews
2019/10/14 11:49:22 WIB

Sekolah Diliburkan, BNPB: Kualitas Udara di Sumsel Berbahaya

Idham Kholid - detikNews
Halaman 1 dari 2
Sekolah Diliburkan, BNPB: Kualitas Udara di Sumsel Berbahaya Kabut Asap Selimuti Palembang (Raja Adil/detikcom)
Jakarta - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih mengganggu aktivitas masyarakat. Aktivitas pendidikan harus diliburkan di Kota Palembang, Sumatera Selatan, hari ini karena kabut asap yang pekat.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Agus Wibowo mengatakan, melalui pesan digital, Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang menginstruksikan agar kegiatan belajar-mengajar di tingkat PAUD, TK, SD, dan SMP negeri dan swasta diliburkan hingga batas yang belum ditentukan. Kegiatan belajar diliburkan sejak hari ini, Senin (14/10/2019), karena asap yang mengganggu dan membahayakan masyarakat.

"Pantauan BNPB, kualitas udara dilihat dari indikator PM 2,5 pagi ini di wilayah Sumatera Selatan mencapai pada tingkat berbahaya atau pada angka 921," kata Agus Wibowo dalam keterangannya, Senin (4/10).


Agus menuturkan kualitas udara tersebut seiring dengan jumlah titik panas atau hot spot di wilayah itu yang mencapai 691 titik. Jumlah hot spot itu tertinggi di antara wilayah lain, seperti Riau, Jambim dan beberapa wilayah Kalimantan.

Agus menyampaikan penanganan darurat di wilayah Sumatera Selatan masih terus berlangsung hingga kini. BNPB mengerahkan 7 helikopter untuk melakukan pengeboman air atau water bombing.

"Air yang digunakan untuk pengeboman sudah mencapai 66 juta liter air, sedangkan operasi teknologi modifikasi cuaca (TMC) telah menggelontorkan sekitar 14 ribu garam (NaCl). Operasi udara ini didukung juga personel darat gabungan mencapai lebih 8.000 personel," ucapnya.


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com