detikNews
Kamis 10 Oktober 2019, 23:03 WIB

Damkar Bekasi Evakuasi 87 Sarang Tawon Ndas Selama 2019

Isal Mawardi - detikNews
Damkar Bekasi Evakuasi 87 Sarang Tawon Ndas Selama 2019 Foto: dok.istimewa
Bekasi - Petugas Dinas Pemadam dan Kebakaran (Damkar) Kota Bekasi telah mengevakuasi puluhan sarang Tawon Ndas selama 2019. Hal ini dilakukan setelah adanya korban akibat serangan tawon tersebut.

"Ada 87 (sarang) di Bekasi dari bulan Januari sampai bulan September. Oktober belum ada (datanya)," ujar Staf Pelaksana Bidang Pemadaman dan keselamatan Damkar Kota Bekasi, Alya Anisa, ketika dihubungi detikcom, Kamis (10/10/2019).

Damkar melakukan evakuasi usai mendapatkan laporan dari masyarakat. Jumlah terbanyak ada di Januari.

"Januari ada 23 evakuasi, disusul Februari ada 21 evakuasi sarang tawon," ujar Alya.

Sementara itu, pada tahun 2017 terdapat 38 evakuasi sarang tawon, sementara tahun 2018 meningkat menjadi 103 sarang.

"Nggak ada korban meninggal. Korban luka-luka paling nggak ada ya. Nggak ada korban sama sekali," ujar Alya.



Dihubungi terpisah, Komandan Komti Damkar Kota Bekasi Nasrudin, mengatakan jenis Tawon Ndas lebih besar ukurannya dari tawon biasa. Gigitannya, sebut Nasrudin, terbilang mematikan.

"Biasanya tawon itu mah, (tubuhnya) lebih besar (dari tawon biasanya), antupnya (sengatan) ya orang bisa meriang lah, Kalau tawon biasa kan nggak begitu sengatanya gak terlalu (membahayakan)," ujar Nasrudin.

Biasanya sarang Tawon Ndas berada di pepohonan ataupun atap rumah. Nasrudin menyebut tidak ada penanganan khusus dalam mengevakuasi sarang Tawon Ndas. Nasrudin mengatakan proses evakuasi sarang Tawon Ndas dilakukan secara manual oleh pihak Damkar.

Sarang tersebut diletakkan di dalam karung, kemudian dibuang.

Nasrudin menduga Tawon Ndas marak di Bekasi karena sudah minimnya lahan habitat tawon."Mungkin karena kebon sudah jarang di Kota Bekasi," ujar Nasrudin.

"Paling kalau ada Tawon Ndas, atau tawon balung itu, ya kan kalau memang di sekitar rumah, ya lapor aja ke damkar, kalau sudah besar belum banyak koloninya ya dimusnahin aja," Imbau Nasrudin.


(isa/mea)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com