detikNews
2019/10/05 00:39:36 WIB

DKM Masjid Al Falah: Kami Selamatkan Ninoy Karundeng, Bukan Menyekap

Jefrie Nandy Satria - detikNews
Halaman 1 dari 2
DKM Masjid Al Falah: Kami Selamatkan Ninoy Karundeng, Bukan Menyekap DKM Al Falah menjelaskan saat mengamankan aktivis medsos Ninoy Karundeng (Jefrie Nandy/detikcom)
Jakarta - Pegiat media sosial (medsos) sekaligus relawan Jokowi, Ninoy Karundeng, diculik sekelompok orang saat berada di tengah aksi di Pejompongan, Jakarta Pusat. Ninoy lalu sempat dibawa ke sebuah masjid yang belakangan diketahui merupakan Masjid Al Falah.

Anggota Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al Falah, Iskandar, angkat bicara soal Ninoy. Iskandar mengatakan jemaah dan pengurus masjid menyelamatkan Ninoy ketika tahu ada pemukulan.

"Secara langsung saya tidak melihat. Kondisi beliau (Ninoy) ada di depan sini (di depan masjid), dipukuli massa. Kita tidak tahu apa penyebabnya tiba-tiba ada pemukulan. Kami dari jemaah masjid dan sekaligus pengurus DKM untuk menyelamatkan beliau kita masukan ke dalam pintu yang terbuka separuh," kata Iskandar saat ditemui di Masjid Al Falah, Jalan Pejompongan Dalam, Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (4/10/2019).

Kasus ini bermula saat Ninoy memotret orang-orang yang terkena gas air mata saat demo pada Senin (30/9). Pelaku yang curiga lalu menanyakan tujuan pengambilan gambar tersebut. Iskandar mengaku tak tahu soal pemukulan Ninoy.

Iskandar menunjuk ke arah latar putih yang diduga jadi latar yang ada di video Ninoy yang viralIskandar menunjuk ke arah latar putih yang diduga jadi latar yang ada di video Ninoy yang viral (Foto: Jefrie Nandy Satria/detikcom)
Iskandar mengatakan kondisi saat itu banyak massa yang ada di dalam dan sekitar Masjid Al Falah untuk mendapatkan perawatan. Dia mengatakan jemaah dan DKM menyelamatkan Ninoy dari amuk massa ke dalam masjid.

"Begitu banyak massa, kita tutup baru kita langsung masuk ke dalam. Meletakkan dia di ruangan medis, di mana para medis di situ juga banyak yang membantu para demonstran, termasuk beliau (Ninoy). Kita juga nggak tahu siapa nama beliau akhirnya masuk ke dalam situ. Tidak ada penyekapan yang ada itu adalah menyelamatkan dari massa, amukan massa, di sini pun pintu (gerbang) kita tutup dengan baik, pintu yang di dalam nggak kita tutup, seperti itulah," ujarnya.

"Masih, masih (terjadi pemukulan). Kita masukan ke dalam. Kalau dibilang penyekapan keliru itu, penyelamatan," tegasnya.

Iskandar mengatakan area dalam masjid steril dari pemukulan. Soal video penyekapan Ninoy yang viral di medsos, Iskandar mengaku tidak tahu. Dia mengatakan video itu juga bukan diambil DKM.
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com