detikNews
2019/09/22 13:15:38 WIB

Haris Azhar Marah Dengar Isu Pemberian Gelar Jokowi Putera Reformasi

Danu Damarjati - detikNews
Halaman 1 dari 2
Haris Azhar Marah Dengar Isu Pemberian Gelar Jokowi Putera Reformasi Haris Azhar (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Pegiat hak asasi manusia Haris Azhar tidak setuju bila Universitas Trisakti memberi gelar Putera Reformasi untuk Presiden Joko Widodo (Jokowi). Soalnya, Jokowi belum menyelesaikan penuntasan kasus 12 Mei 1998.

"Sebagai alumni dan Dosen FH Usakti (Fakultas Hukum Universitas Trisakti) sedih, prihatin, dan marah. Niat itu dilancarkan tanpa standar moral dan nilai hukum yang jelas. Apalagi Dies Natalies tahun ini ketuanya Dekan FH Usakti. Kok bisa-bisanya dia luput dengan nilai tersebut?" kata Haris kepada wartawan, Minggu (22/9/2019).


Isu penganugerahan gelar Putera Reformasi untuk Jokowi itu beredar lewat tersebarnya foto surat di internet. Surat itu berkop Universitas Trisakti bernomor 339/AK.15/USAKTI/R/IX/2019.

Dalam surat itu tertulis, Jokowi akan diberi penghargaan sebagai Putera Reformasi. Disebut, penghargaan dipersembahkan kepada Jokowi atas karya dan keberhasilan dalam mendukung cita-cita gerakan reformasi yang diawali dari peristiwa 12 Mei 1998 di kampus Trisakti.


"Saya kaget membaca surat tersebut atau lebih jauhnya, kaget mengetahui niat tersebut. Sejauh ini, pihak kampus belum melakukan klarifikasi. Ini mencurigakan. Dalam arti, saya curiga ini memang akal-akal panitia Dies Natalies Usakti untuk kasih gelar putera reformasi ke Presiden, tapi dilakukan dengan cara diam-diam. Begitu diketahui publik niat tersebut, mereka bingung. Apa dan bagaimana justifikasinya," tutur Haris, yang merupakan pendiri Lokataru Foundation.
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com