detikNews
Selasa 17 September 2019, 04:35 WIB

Padamkan Karhutla di Kalsel, Water Bombing Dijatuhkan 2 Kali Sehari

Audrey Santoso - detikNews
Padamkan Karhutla di Kalsel, Water Bombing Dijatuhkan 2 Kali Sehari Kapolda Kalsel Irjen Yazid Fanani turun langsung ke titik hotspot dan memimpin pemadaman. (Foto: Dok. Polda Kalsel)
FOKUS BERITA: Darurat Kabut Asap
Jakarta - Polda Kalimantan Selatan (Kalsel) mencatat setidaknya ada 38 hektare lahan gambut yang terbakar di musim kemarau tahun ini. Polda Kalsel dengan para stakeholder melakukan pemadaman karhutla via udara dengan water bombing.

"Upaya water bombing dilakukan agar api tidak menyebar ke tempat lain. Water bombing setiap hari dua kali," kata Kabid Humas Polda Kalsel Kombes M Rifai kepada detikcom, Senin (16/9/2019).



Untuk memastikan upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berjalan maksimal, Kapolda Kalsel Irjen Yazid Fanani turun langsung ke titik hotspot dan memimpin pemadaman. Rifai menuturkan upaya pemadaman dilakukan hingga hotspot berstatus dingin.

"Kasus yang ditangani ada empat. Tersangka juga empat diproses. Luas area yang terbakar 19 hotspot atau seluas 38 hektare," kata Rifai.





Rifai menerangkan, Yazid memimpin pemadaman kebakaran lahan gambut di Jalan Guntung Damar, Landasan Ulin, Kota Banjarbaru tadi siang. Para pejabat utama Polda Kalsel juga turut diperintah untuk terjun titik panas.

"Irwasda, Karo Ops, Dir Samapta, Dansat Brimobda Kalsel dan Kapolres Banjarbaru beserta 830 orang personil gabungan yang terdiri dari Anggota TNI, Polri, Damkar, BPBD dan Dinas Kehutanan," papar Rifai.



Diketahui terdapat enam provinsi yang mengalami karhutla saat ini yaitu Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalsel, Kalimatan Tengah (Kalteng) dan Kalimantan Barat (Kalbar). Polri menyebut pihaknya telah menetapkan 189 tersangka yaitu 185 orang dan 4 korporasi.
(idn/idn)
FOKUS BERITA: Darurat Kabut Asap
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com