detikNews
Senin 16 September 2019, 11:31 WIB

Kabut Asap Bikin Udara Malam-Pagi di Palembang Tak Sehat

Raja Adil Siregar - detikNews
Kabut Asap Bikin Udara Malam-Pagi di Palembang Tak Sehat Kabut asap menyelimuti Palembang, Senin (19/9/2019). (Raja Adil Siregar/detikcom)
FOKUS BERITA: Darurat Kabut Asap
Palembang - Kota Palembang dan sekitarnya diselimuti kabut asap dampak kebakaran hutan dan lahan. BMKG menyebut ada jam-jam yang kini harus diwaspadai.

"Sumber dari Lapan, tercatat beberapa titik panas di wilayah Selatan-Tenggara Palembang. Tingkat kepercayaan di atas 80% yang berkontribusi asap ke wilayah Kota Palembang," kata Kasi Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi SMB II Palembang, Bambang Benny Setiadji, Senin (16/9/2019).

Adapun daerah penyumbang kabut asap ke Palembang diketahui berasal dari SP Padang, Banyuasin, Pampangan, Tulung Selapan, Cengal, Pematang Panggang, Air Sugihan, Pedamaran, dan Mesuji. Akibat asap tersebut, jarak pandang mulai terganggu.


"Jarak pandang terendah hari ini yang tercatat di Bandara SMB II Palembang 300-800 m dengan kelembapan 92-94% dengan keadaan cuaca asap (smoke)," kata Bambang.

Tidak hanya itu, akibat kabut asap tercatat ada 2 penebangan mengalami holding saat akan mendarat. Sedangkan intensitas asap terjadi pada dini hari pukul 01.00-07.00 WIB.

"Fenomena asap sendiri diindikasikan dengan kelembapan yang rendah dengan partikel-partikel kering di udara yang dihasilkan dari proses pembakaran. Hal ini berpotensi diperburuk jika adanya campuran kelembapan yang tinggi sehingga membentuk fenomena kabut asap," katanya



Tidak hanya itu, kondisi langit pada malam hari tanpa awan mengakibatkan radiasi permukaan bumi lepas keluar atmosfer mengakibatkan suhu di permukaan relatif dingin pada saat dini hari menjelang pagi, yakni 21-23°C. Setelah terbit matahari, keadaan udara akan relatif labil sehingga partikel kering asap akan terangkat naik dan jarak pandang akan menjadi lebih baik.

"Konsentrasi PM 10 atau kualitas udara yang tercatat di Stasiun Klimatologi Palembang hari ini dari pukul 00.00-10.00 WIB tercatat sempat menyentuh kategori 'sangat tidak sehat' dengan nilai maksimum 319 µgram/m3. Sedangkan nilai ambang batas tidak sehat adalah pada 150 µgram/m3," katanya.


"Kondisi 'tidak sehat' hingga 'sangat tidak sehat' umumnya terjadi pada rentang waktu pukul 22.00-08.00 WIB. Sedangkan 'kondisi sehat' hingga 'sedang' umumnya terjadi pada rentang waktu 08.00-22.00 WIB," katanya lagi.

Melihat kondisi ini, BMKG Sumatera Selatan mengimbau masyarakat berhati-hati dalam bertransportasi pada pukul 04.00-07.00 WIB. Hal ini seiring dengan potensi menurunnya jarak pandang antara 300-500 meter.
(ras/gbr)
FOKUS BERITA: Darurat Kabut Asap
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com