detikNews
Kamis 12 September 2019, 19:37 WIB

Suap Hibah KONI, Hakim Sebut Aspri Menpora Sepakati Besaran Fee

Zunita Putri - detikNews
Suap Hibah KONI, Hakim Sebut Aspri Menpora Sepakati Besaran Fee PN Jakpus/Foto: Ari Saputra
Jakarta - Hakim pada Pengadilan Negeri Tipikor Jakarta mengungkapkan asisten pribadi Menpora Imam Nahrawi, Miftahul Ulum adalah orang yang menyepakati besaran fee kepada pejabat Kemenpora. Fee itu terkait suap dana hibah KONI.

Awalnya, hakim mengungkapkan awal mula KONI mengajukan proposal. Kemudian, tidak disetujui oleh Deputi IV Kemenpora, Mulyana dan tim verifikasi karena penggunana dana itu di tahun 2019 padahal di proposal diajukan pada 2019.

Karena itu, Mulyana dan staf Kemenpora Adhi Purnomo memerintahkan Sekjen KONI Ending Fuad Hamidy untuk berkomunukasi dengan asisten pribadi Menpora Imam Nahrawi, Miftahul Ulum. Komunikasi itu bertujuan untuk percepat proses pencairan dana hibah.

"Menimbang untuk menindaklanjuti tersebut, rapat bahasan yang dihadiri terdakwa Adhi dan Mulyana dan Chandra Bhakti, dalam rapat disebutkan proposal tidak sesuai aturan Perpres dengan alasan waktu pengajuan 2018 sedangkan dana digunakan 2019," kata hakim Rustiyono saat membacakan pertimbangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Kamis (12/9/2019).

Dari pertemuan Ending dengan Ulum itu terjadi kesepakatan penentuan besaran fee kepada Kemenpora. Hakim menyebut KONI wajib memberikan fee kepada Kemenpora setelah dana hibah itu cair.

"Menimbang selanjutnya terdakwa Adhi dan Mulyana memerintah Ending untuk berkomunukasi dengan Miftahul Ulum selaku aspri Menpora Imam Nahrawi, terkait jumlah komitmen fee kepada Kemenpora, terkait dana hibah agar dana hibah KONI pusat dapat segera dicairkan," katanya.

"Setelah pertemuan Ending dengan Mifrahul ulum. Telah disepakati fee 15 sampai 19 persen dari total nilai bantuan dana hibah yang diberikan Kemenpora kepada KONI pusat," ucap hakim.

Hakim juga mengatakan usai pertemuan itu, Ulum juga memberikan daftar rinci pejabat Kemenpora yang menerima fee. Dalam rincian itu, salah satunya ada nama Mulyana, Adhi dan juga staf Kemenpora Eko Triyanta.

"Menimbang pada tanggal 13 desember seusai arahan Ulum, Ending menulis rincian fee atas pencairan dana KONI pusat tahun kegiatan 2018 sejumlah Rp 17 miliar, yang mana dalam daftar itu tertulis inisial MLY yaitu Mulyana Rp 400 juta, AP yaitu Adhi Purnomo Rp 250 juta, dan EK yaitu Eko Triyanta sejumlah Rp 20 juta. Catatan itu ditulis Ulum di atas selembar tisu untuk kemudian diketik," jelas hakim.
(zap/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com