detikNews
Kamis 12 September 2019, 11:22 WIB

Salat Gaib untuk Almarhum BJ Habibie, Ini Niat dan Tata Caranya

Lusiana Mustinda - detikNews
Salat Gaib untuk Almarhum BJ Habibie, Ini Niat dan Tata Caranya Salat gaib untuk almarhum BJ Habibie. Foto: Istimewa
Jakarta - Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Din Syamsuddin mengajak masyarakat Indonesia muslim untuk melaksanakan salat gaib untuk almarhum BJ Habibie. Ini niat dan tata cara salat gaib.

BJ Habibie atau yang sering disebut dengan Bapak Demokrasi ini sangat berjasa bagi pembangunan di Indonesia, khususnya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Pemilik nama lengkap Bacharuddin Jusuf (BJ) Habibie meninggal dunia di Rumah Sakit Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta, pada Rabu (11/9/2019) pada usia 83 tahun.


Salat gaib merupakan salat untuk mendoakan jenazah yang lokasinya jauh dengan kita. Hukum salat gaib yakni fardu kifayah. Fardu kifayah ini berarti wajib dilakukan, jika belum dilakukan oleh Muslim lain. Namun jika sudah dilakukan oleh Muslim lain, kewajiban gugur dan hukumnya menjadi sunah.

Seseorang yang melakukan salat gaib akan mendapatkan pahala bagi yang melakukannya dan mendatangkan manfaat bagi jenazah yang didoakan.

Apakah salat gaib sama dengan salat jenazah? Hampir sama, hanya saja perbedaannya terletak pada niat dan keberadaan jenazah. Salat gaib dilakukan sama seperti tata cara salat jenazah, yakni 4 kali takbir tanpa rukuk dan sujud.

Berikut ini niat dan tata cara salat gaib:

1. Niat

Jika salat gaib yang ditujukan kepada jenazah yang diketahui dengan jelas identitasya, niatnya adalah:

أصلى على ميت (فلان) الغائب اربع تكبيرات فرض الكفاية لله تعالى

Ushalli ala mayyiti (sebutkan nama jenazah) ghoibi arba'a takbiratin fardho khifaayati lillahi ta'ala

Artinya : "Saya niat mayit atas mayit (.....) empat kali takbir fardu kifayah karena Allah Ta'ala."

Apabila salat gaib itu dilakukan tanpa mengenali identitas jenazahnya dengan tepat, sebagaimana yang sering dilaksanakan setelah salat Jumat, niatnya adalah:

أصلى على من صلى عليه اللإمام اربع تكبيرات فرض الكفاية مأموما لله تعالى

Artinya: "Saya niat salat gaib atas mayit yang disalati imam empat kali takbir fardu kifayah menjadi makmum karena Allah Ta'ala"

2. Berdiri Jika Mampu
Salat gaib dilakukan berdiri. Namun kalau tidak bisa dengan duduk atau berbaring.

3. Takbir Pertama
Membaca surat Al-fatihah setelah takbir pertama (takbiratul ihram) sebagai salah satu rukun salat.

4. Takbir Kedua

Setelah takbir kedua kemudian membaca salawat atas Nabi Muhammad SAW. Sekurang-kurangnya salawat pendek seperti 'allahumma shalli 'ala sayyidina Muhammad'.

5. Takbir Ketiga
Setelah takbir ketiga, lalu mendoakan mayat dengan bacaan:

اللهم اغفر له وارحمه وعافه واعف عنه

"Allahummaghfirlahu, warhamhu, wa 'afihi wa'fu anhu."

Artinya : "Ya Allah ampunilah dia, berilah dia rahmat dan sejahterakan serta maafkanlah dia."

6. Takbir Keempat

Setelah takbir keempat kemudian membaca doa untuk keluarga yang ditinggalkan.

Bisa membaca:

اللهم لاتحرمنا أجره ولاتفتنا بعده واغفرلنا وله

"Allahumma la tahrimna ajrahu wala taftinna ba'dahu waghfirlana walahu "

Artinya : "Ya Allah, janganlah Engkau halangi pahalanya yang akan sampai kepada kami, dan jangan Engkau memberi fitnah kepada kami sepeninggalnya serta ampunilah kami dan dia."

7. Salam

Setelah selesai melakukan takbir keempat dan kemudian sudah membaca doa, lalu sama seperti salat lainnya, dalam tata cara salat gaib ini, juga diharuskan menutup salat dengan melakukan salam dua kali, sambil menengok kanan dan kiri.



Simak Video "Menengok Ruang Kerja BJ Habibie di PT Dirgantara Indonesia"

[Gambas:Video 20detik]


(lus/nwy)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com