detikNews
2019/09/12 11:25:15 WIB

Guru Besar UI Beberkan Mengapa Papua Tak Bisa Gelar Referendum

Andi Saputra - detikNews
Halaman 1 dari 2
Guru Besar UI Beberkan Mengapa Papua Tak Bisa Gelar Referendum Prof HIkmahanto Juwana (Ari/detikcom)
Jakarta - Guru besar hukum internasional UI Prof Hikmahanto Juwana menyatakan dengan tegas Papua tidak bisa menggelar referendum. Ada sejumlah alasan yang mendasarinya. Apa saja?

Yang pertama asas hukum internasional yaitu Uti Possidites Juris, yang berarti 'batas wilayah suatu negara yang berdaulat setelah penjajahan mengikuti batas wilayah koloni dari negara penjajahnya'.

"Masih berlaku. Meski awalnya Belanda tidak menghendaki, kemudian kan ada jajak pendapat yang disupervisi oleh PBB," kata Hikmahanto saat berbincang dengan detikcom, Kamis (12/9/2019).

Dalam perjanjian New York disebutkan bahwa United Nations Temporary Executive Authority (UNTEA) akan mengambil alih administrasi dari Belanda pada tanggal 1 Oktober 1962 untuk kurun waktu sementara hingga tanggal 1 Mei 1963.



Setelah itu wewenang administrasi akan diambil alih oleh Indonesia. Berdasarkan Perjanjian New York, Indonesia harus menyelenggarakan penentuan nasib sendiri dari rakyat Irian Jaya pada 1969. Adapun jumlah penduduk yang diperkirakan mempunyai hak untuk memberikan suara sekitar 700 ribu.

"Dalam Perjanjian New York disebutkan bahwa rakyat Irian Jaya diberi kebebasan memilih untuk menentukan apakah akan tetap menjadi bagian dari Indonesia atau memutuskan hubungannya dengan Indonesia," ujar Hikmahanto.

Namun, dalam pelaksanaannya, sistem one man one vote diubah dengan sistem perwakilan. Dalam sebuah buku yang dipublikasikan oleh PBB disebutkan bahwa:

Under arrangements made by the Government of the Republic of Indonesia and approved by the local West Irianese councils, consultative assemblies were set up, with a total membership of 1026, which, between 14 July and 2 August 1969, pronounce themselves, without dissent, in favour of the territory remaining'.
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com