detikNews
2019/09/11 09:29:38 WIB

Kontur Cipularang Dinilai Menurun Panjang, Pemerintah Diminta Batasi Truk

Ibnu Hariyanto - detikNews
Halaman 1 dari 3
Kontur Cipularang Dinilai Menurun Panjang, Pemerintah Diminta Batasi Truk ilustrasi Tol Cipularang KM 91 (Foto: ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi)
Jakarta -
Pengamat Transportasi Deddy Herlambang meminta pemerintah segera menerapkan sejumlah program baru untuk menekan angka kecelakaan di Tol Cipularang, Jawa Barat. Ia mengatakan Tol Cipularang merupakan ruas tol yang rawan kecelakaan.

"Kalau di situ (ruas Tol Cipularang) memang konturnya menurun panjang, dari BPJT itu ada 46 kejadian (kecelakaan) jadi sangat rawan, jadi memang seharusnya pemerintah sudah turun Kemen PUPR, Bappenas, Kemenhub, Kementerian Kesehatan mereka harus mulai memikirkan. Masak harus menunggu benturan lagi. Sebaiknya, seyogjanya dalam waktu 3 bulan ke depan sudah menerbitkan program untuk masalah keselamatan Tol Cipularang ini," kata Deddy saat dihubungi, Selasa (10/9/2019).



Deddy mengatakan program yang mungkin bisa dilakukan pemerintah antara lain, melakukan pelarangan truk ODOL (overdimension and overload) melintas di Tol Cipularang. Sebab, menurutnya truk ODOL sangat beresiko tinggi mengakibatkan kecelakaan.

"Pelarangan truk ODOL. Jadi selain truk yang membawa sembako, BBM dilarang lewat tol kan juga bisa. Dengan tidak adanya truk-truk itu (ODOL) tadi selain resiko remnya blong dan mengurangi kecepatan flow jalan. Itukan truk kalau jalan di pinggir dan tengah lambat sekali sehingga melambat flow tol," ucapnya.

Lalu, Deddy juga meminta pemerintah membuat jembatan timbang sebelum masuk tol. Jembatan timbang itu berguna untuk melakukan pengawasan rutin hingga ramp check terhadap truk-truk yang masuk tol.

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com