detikNews
Rabu 11 September 2019, 07:46 WIB

Dukung Jokowi Bangun Istana di Papua, Gerindra: Agar Intensif Kita Perhatikan

Noval Dhwinuari Antony - detikNews
Dukung Jokowi Bangun Istana di Papua, Gerindra: Agar Intensif Kita Perhatikan Foto: Ketua DPP Partai Gerindra Habiburokhman (Lisye Sri Rahayu/detikcom)
Jakarta - Ketua DPP Partai Gerindra Habiburokhman mendukung rencana Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang akan membangun Istana Negara di Papua. Menurut Habiburokhman adanya Istana Negara di Papua akan membuat perhatian negara ke Papua menjadi lebih intensif.

"Kita dukung saja karena memang wajar kalau kita punya Istana di Papua, agar bisa lebih intensif lagi kita perhatikan Papua," ujar Habiburokhman saat dikonfirmasi, Selasa (10/9/2019).

Habiburokhman pun mengingatkan agar pembangunan Istana di Papua diiringi dengan langkah yang strategis dan revolusioner.

"Pembangunan Istana tersebut harus disertai langkah-langkah lain yang lebih strategis dan revolusioner," katanya.


Menurutnya, gejolak yang terjadi di Papua dalam beberapa waktu ke belakang disebabkan langkah-langkah yang terlalu biasa terhadap Papua.

"Perlu dengar baik-baik aspirasi seluruh elemen masyarakat Papua, apa yang menurut mereka mendesak untuk dilakukan," tuturnya.

Rencana pembangunan Istana di Papua ini muncul saat Jokowi menerima tokoh-tokoh Papua di Istana Negara, Jakarta. Ada 10 poin aspirasi tokoh-tokoh Papua yang disampaikan di depan Jokowi. Satu persatu aspirasi dari tokoh-tokoh Papua itu dikabulkan oleh Jokowi.

Tiba di poin ke-10, yaitu permintaan pembangunan Istana di Papua, Presiden Jokowi tak langsung menjawab. Jokowi terlebih dulu berbisih-bisik dengan Mensesneg Pratikno dan juga Menko Polhukam Wiranto.


Setelah berbisik-bisik sekitar 30 detik, Presiden kemudian mengabulkan permintaan itu.

"Mulai tahun depan Istananya mulai dibangun," ujar Jokowi yang disambut tepuk tangan 61 tokoh Papua yang hadir.
(nvl/ibh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com