detikNews
Senin 09 September 2019, 22:44 WIB

Adhi Karya Protes Tender JIS Diberi ke Wika, Anies: Ini BUMN Kok Rebutan

Arief Ikhsanudin - detikNews
Adhi Karya Protes Tender JIS Diberi ke Wika, Anies: Ini BUMN Kok Rebutan Maket Stadion BMW (Foto: dok. WIKA)
Jakarta - PT Adhi Karya melayangkan surat keberatan kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta soal tender Pembangunan Jakarta Internasional Stadium (JIS) atau Stadion BMW. Adhi Karya protes karena Pemprov DKI melalui Jakarta Propertindo (JakPro) selaku pemilik proyek memberikan tender kepada Wijaya Karya (Wika).

"Dari pengumuman panitia, kedua peserta lelang dinyatakan lulus semua secara teknis. Dari hasil penawaran konsorsium Adhi, HK (Hutama Karya), NK (Nindya Karya) lebih murah, karena itu kami mengirim surat keberatan ke pemilik proyek," ucap Corporate Secretary PT Adhi Karya, Ki Syahgolang Permata, saat dikonfirmasi, Senin (9/9/2019).

Diketahui, lelang proyek Jakarta International Stadium diikuti oleh dua peserta dari kerja sama operasi (KSO) perusahaan-perusahaan BUMN, yakni KSO Wika Gedung-Jaya Konstruksi-PT Pembangunan Perumahan (PP), dan KSO Adhi Karya-Hutama Karya-Nindya Karya-Indah Karya.


Dari Berita Acara Pembukaan Dokumen Penawaran Harga Nomor BA.PK-04/VKCM-JIS/VIII/2019 tanggal 5 Agustus 2019, penawaran harga KSO Wika Gedung-Jaya Konstruksi-PP sebesar Rp 4,08 triliun. Sementara KSO Adhi Karya-Hutama Karya-Nindya Karya-Indah Karya menawarkan harga Rp 3,78 triliun. Akhirnya, KSO Wika Gedung-Jaya Konstruksi-PP memenangkan lelang proyek Jakarta International Stadium.

Selain soal harga, Adhi juga keberatan dengan ketidaksesuaian antara peserta yang diundang dengan peserta yang datang.

"Keberatan kami juga karena leader peserta lelang yang dimenangkan adalah bukan pihak yang diundang panitia. Yang diundang Wijaya Karya, yang mengikuti pelelangan Wijaya Karya Gedung. Selebihnya silahkan ke panitia ya," ucap Syahgolang.




Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyayangkan adanya keberatan tersebut. Anies meminta sesama BUMN jangan berebutan.

"Ini sesama BUMN kok rebutan. Ini BUMN sama-sama negara, pasti panitia juga sudah mengikuti prosedur jadi saya kemarin mendengar ketika BUMN ada rebutan, saya heran, ini sama-sama perusahaan negara, sama-sama mau membangun kepentingan publik," ucap Anies kepada wartawan di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta.

Anies meminta kepada Adhi maupun Wika untuk saling dukung. Beda cerita kalau pemenang tender adalah perusahaan asing.

"Jadi satu milik asing, asing dimenangkan, Indonesia dikalahkan, bolehlah kita lihat lebih jauh, ini sama-sama BUMN justru saling support, kalau detil prosedur ke panitia saja," ucap Anies.
(aik/jbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com