detikNews
2019/08/28 21:31:20 WIB

Round-Up

FBI Dibawa-bawa di Upaya Luar Biasa Setya Novanto

Tim detikcom - detikNews
Halaman 1 dari 2
FBI Dibawa-bawa di Upaya Luar Biasa Setya Novanto Setya Novanto (Foto: Pradita Utama/detikcom)
Jakarta - Setya Novanto melawan. Melalui upaya hukum luar biasa bertajuk Peninjauan Kembali (PK), koruptor proyek e-KTP itu ingin namanya bersih dari jeratan hukum.

Sidang perdana PK itu digelar hari ini di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus). Maqdir Ismail, sebagai kuasa hukum Novanto, turut membeberkan bukti-bukti yang dianggapnya baru sebagai novum atas pengajuan PK itu.

"Pemohon PK pada kesempatan ini mohon kepada Bapak Ketua Mahkamah Agung RI melalui Majelis Hakim Agung Peninjauan Kembali yang menangani perkara ini berkenan memutuskan mengadili kembali (yaitu) menyatakan pemohon PK atau terpidana Setya Novanto tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana didakwakan jaksa penuntut umum dan membebaskan terpidana oleh karena itu dari seluruh dakwaan tersebut," kata Maqdir membacakan petitum dalam permohonan PK tersebut.



Salah satu novum yang dibawa Maqdir yaitu keterangan seorang agen Federal Bureau of Investigation atau FBI bernama Jonathan E Holden. Agen FBI itu disebut Maqdir sebagai orang yang pernah meminta keterangan Johanes Marliem yang disebut-sebut sebagai salah satu saksi penting dalam pusaran kasus korupsi e-KTP.

"Dalam pemeriksaannya terhadap rekening Johanes Marliem, Jonathan E Holden menerangkan bahwa tidak menemukan fakta atau pengakuan ada pengiriman uang sebesar USD 3,5 juta kepada siapa pun, tidak juga ada pengiriman kepada Juli Hira atau Iwan Baralah atau klien mereka," ujar Maqdir.

Hal-hal yang disebutkan dalam PK Novanto itu membuka kembali lembaran lama dalam perkara itu. Apa saja?



Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com