detikNews
Sabtu 24 Agustus 2019, 23:31 WIB

Kelola Sampah di DKI, Anies Luncurkan Program 'Samtama'

Indra Komara - detikNews
Kelola Sampah di DKI, Anies Luncurkan Program Samtama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (Foto: Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mencanangkan program untuk mengolah dan mengurangi sampah di Ibu Kota. Anies ingin warga DKI mulai melakukan pengolahan sampah secara mandiri.

"Bapak dan ibu memulai sesuatu yang baru. Di Jakarta ada 2.927 RW yang berkumpul hari ini hanya 22 RW. Jumlahnya masih kecil, tapi jangan remehkan jumlah yang kecil. Jumlah yang berkumpul di sini adalah yang pertama untuk memulai gerakan baru untuk mengelola sampah di Ibukota," kata Anies dalam dalam keterangan tertulisnya Dinas Lingkungan Hidup DKI , Sabtu (24/8).



Program tersebut diberi nama 'Samtama' atau kepanjangan dari sampah tanggung jawab bersama. Program ini merupakan gerakan masyarakat untuk mengolah sampah.

Pada tahap awal baru 22 RW di Jakarta yang menjadi pelopor program Samtama. Anies mengatakan, dalam pengelolaan sampah perlu perubahan pola pikir masyarakat, bukan sekadar mengirim sampah ke TPST Bantargebang, melainkan mengubah perilaku warga dalam mengelola sampah.

"Kita harus memulai kegiatan pengurangan sampah dengan aktifitas 3R (reduce kurangi, reuse-guna ulang, recycle-daur ulang)," tuturnya.

Eks Mendikbud ini menuturkan, pengelolaan sampah harus dilakukan sejak suatu barang selesai digunakan. Menurut Anies, sisa sampah itulah yang disebut dengan sampah. Padahal, kata dia, sisa barang itu bisa dijadikan material baru untuk diolah kembali.

"Karena kita tidak mengolahnya, maka kita sebut itu sampah," katanya.



Anies kemudian mencontohkan dengan kota-kota maju di dunia yang melakukan pengelolaan sampah secara mandiri. Dia juga menyebut pengelolaan sampah bukan hanya diurus oleh pemerintah.

"Di kota-kota maju dunia, kita akan menemukan bagaimana seluruh masyarakat mengurus sampahnya. Sampah bukan saja diurus oleh pemerintah karena yang menghasilkan sampah kita semua," kata Anies.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Andono Warih mengatakan, Pemprov DKI Jakarta sedang menjalankan peran city 4.0 dengan menyediakan platform bagi warga agar bisa berperan membangun kota dan bergerak bersama. Andono menjelaskan, kegiatan Samtama terbagi menjadi dua bagian, yaitu Laskar Samtama dan Kampung Samtama.

"Dinas Lingkungan Hidup bersama Tim Pengerak PKK membuat platform pengelolaan sampah dengan sebutan Samtama atau Sampah Tanggung Jawab Bersama ini," kata Andono.

Kampung Samtama diisi oleh warga RW setempat yang memiliki inisiatif untuk memperbaiki pengelolaan sampah di kampungnya. Kampung ini telah menjaring 330 relawan di 22 RW.



Sedangkan, Laskar Samtama yakni warga yang mendaftar untuk menjadi relawan. Dinas Lingkungan Hidup sudah melakukan seleksi sebanyak 209 dari 429 orang. Ke 209 orang itu terdiri dari 185 relawan umum dan 24 relawan dokumentasi. Kegiatan Samtama juga melibatkan komunitas yang bergerak dalam bidang lingkungan hidup, khususnya pengelolaan sampah.

"Relawan Laskar Samtama berasal dari beragam profesi, seperti ibu rumah tangga, mahasiswa, pegawai swasta, guru, seniman, bahkan ada ASN Pemprov DKI Jakarta. Relawan Laskar Samtama akan diajak ke TPST Bantargebang untuk melihat pengolahan sampah secara langsung, sekaligus untuk mengikuti sesi edukasi mengenai pengelolaan sampah," kata Andono.
(idn/eva)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com