detikNews
Sabtu 24 Agustus 2019, 22:40 WIB

Round-Up

Penyelidikan Makian Rasial Papua Berjalan, Danramil Tambaksari Dinonaktifkan

Tim detikcom - detikNews
Penyelidikan Makian Rasial Papua Berjalan, Danramil Tambaksari Dinonaktifkan Foto: Asrama ahasiswa Papua di Kalasan, Surabaya. (Amir Baihaqi-detikcom)
Jakarta - Danramil 0831/02 Tambaksari Mayor Inf NH Irianto dinonaktifkan sementara dari jabatannya. Penonaktifan itu untuk memudahkan pemeriksaan kasus makian rasial di asrama mahasiswa Papua di Surabaya.

Mayor Irianto saat ini sedang diperiksa bersama sejumlah anggotanya. Mayor Irianto akan diaktifkan lagi jika tidak terbukti bersalah.

"Oh iya (penonaktifan sementara Mayor Irianto) karena dalam rangka pemeriksaan, sementara dia tidak 'di-anukan' dulu. Nanti apabila memang tidak terbukti kita akan aktifkan lagi," kata Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI R Wisnoe Prasetja saat dihubungi detikcom lewat telepon, Sabtu (24/8/2019).


Wisnoe menegaskan pemeriksaan tidak hanya dilakukan terhadap Mayor Irianto dan anggotanya. Tapi juga terhadap pihak-pihak lain yang berada di lokasi saat kejadian. Dia mengatakan belum tentu Mayor Irianto terlibat dalam makian rasial itu.

"Dia diperiksa dalam rangka sebagai Danramil yang kejadian waktu itu ada di lokasi itu. Itu kan juga banyak orang itu pada saat kejadian itu, ada ormas, ada muspika, itu kita mintai keterangan," jelasnya.

Menurut Wisnoe, hingga saat ini pemeriksaan masih berjalan. Ditanya berapa lama proses pemeriksaan ini dan kapan hasilnya diumumkan, dia tidak bisa memastikan.

"Itu terserah nanti dari penyidik, kan dilimpahkan ke Pomdam. Terserah dari penyidik, kita kan nggak bisa intervensi terhadap pemeriksaan penyidik dari POM itu," ujarnya.

Mayjen Wisnoe sebelumnya mengatakan akan mendalami dugaan keterlibatan oknum TNI yang mendatangi Asrama Mahasiswa Papua (AMP) di Jalan Kalasan Surabaya itu. Dugaan keterlibatan anggota TNI ini terlihat dari video yang beredar di media sosial.

"Belum tahu pasti tapi sepertinya itu memang seragaman ya, seragam militer. Saya juga baru datang dari Baturaja, nanti akan saya dalami," kata Wisnoe ditemui di Rumah Dinas Kapolda Jatim dalam acara cangkrukan bareng perwakilan mahasiswa se-Jatim Jalan Bengawan Surabaya, Selasa (20/8) malam.

Dia mengatakan jika ditemukan ada anggota TNI yang terlibat, Wisnoe tak akan segan memberikan sanksi sesuai prosedur yang berlaku.

"Ya kita berikan sanksi, akan kita berikan sanksi ya kalau itu memang tidak sesuai dengan prosedurnya," pungkasnya.


Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebelumnya telah berbicara soal kasus ini. Dia meminta Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian menindak aparat yang terbukti berbuat rasis.

"Harus dilakukan upaya penegakan (hukum). Presiden kemarin juga sudah menyampaikan kepada Panglima, kalau memang ada aparatnya yang nyata-nyata melakukan hal seperti itu (rasis), tindak, nggak ada alasan," kata Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko di kantornya, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Kamis (22/8).
(idh/idn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com