detikNews
2019/08/24 20:00:41 WIB

Round-Up

Rizieq Klaim Dicekal hingga Pelantikan Presiden karena Permintaan Rezim

Tim detikcom - detikNews
Halaman 1 dari 2
Rizieq Klaim Dicekal hingga Pelantikan Presiden karena Permintaan Rezim Foto: Screenshot video Habib Rizieq (Dok. FrontTV)
Jakarta - Habib Rizieq mengklaim dirinya dicekal di Arab Saudi sampai pelantikan Presiden. Dia menuding pencekalan itu atas permintaan rezim yang saat ini berkuasa.

Cerita Rizieq soal pencekalannya itu ia sampaikan dalam sambutannya di milad ke-21 Front Pembela Islam (FPI), Sabtu (24/8/2019) yang disiarkan langsung dari akun YouTube Front TV. Milad sendiri diadakan di Stadion Rawa Badak, Koja, Jakarta Utara.


Imam Besar FPI ini menuding pemerintah Joko Widodo (Jokowi) meminta ke Kerajaan Arab Saudi agar dirinya dicekal hingga pelantikan presiden pada Oktober 2019 mendatang. Dia meminta agar keluarganya didoakan.

"Saya meminta dengan sangat dari lubuk hati yang paling dalam, dengan tulus dan ikhlas dan penuh harapan, tolong doakan saya sekeluarga yang sudah satu tahun lebih berjuang untuk mencabut pencekalan saya di Saudi Arabia agar bisa segera pulang ke Tanah Air untuk kembali bergabung bersama rakyat dan bangsa Indonesia melawan segala bentuk kezaliman dan kecurangan," kata Rizieq.

Rizieq lantas menyebut permintaan pencekalannya akibat ulah permainan intelijen busuk. Menurutnya, hal ini dilakukan agar Habib Rizieq tidak kembali pada saat Pilpres 2019.

"Akibat permainan intelijen busuk pemerintah Indonesia tersebut maka status saya kini menjadi overstay karena masa berlaku visa habis akibat pencekalan sejak setahun lebih yang lalu tersebut. Bahkan saat ini rezim zalim Indonesia masih berusaha meminta kepada Kerajaan Saudi Arabia agar mencekal saya hingga pelantikan presiden ilegal pada Oktober 2019 yang akan datang," ujar Rizieq.

"Ya, saya sebut presiden yang akan datang yang akan dilantik pada bulan Oktober tahun 2019 adalah presiden ilegal karena hasil dari pilpres curang dan zalim," sambungnya.

Rizieq juga menuding pemerintah Indonesia mengintervensi Kerajaan Arab Saudi untuk mempersulit dirinya dan keluarga di Mekah. Maka dari itu, kata Rizieq, pencekalannya itu atas alasan keamanan.

"Alhamdulillah fakta dan kenyataannya selama ini pemerintah Saudi hanya terpaksa mencekal saya untuk menjaga hubungan bilateral antara Indonesia-Saudi, sekaligus untuk memberi perlindungan keamanan kepada saya sekeluarga. Itulah sebabnya dalam surat cekal dari Kerajaan Saudi Arabia tertulis bahwa sebab pencekalan saya adalah alasan keamanan. Alasan keamanan, bukan pelanggaran peraturan atau kesalahan keimigrasian apalagi pelanggara perdata dan pidana di Saudi," ujar Rizieq.


"Itu pula sebabnya selama 2,5 tahun saya sekeluarga di Kota Suci Mekah Kerajaan Saudi tidak pernah mengganggu saya dan keluarga walaupun setahun terakhir status saya sudah dicekal dan overstay, alhamdulillah, 2,5 tahun lebih saya sekeluarga tingga di Kota Suci Mekah Almukarromah merasa sangat aman dan nyaman, serta amat tenang dan senang, bahkan penuh berkah sehingga hijrah kami ke Mekah bukan suatu kesusahan atau kesulitan," sambungnya.

Selain itu, Habib Rizieq juga menduga pencekalannya ini merupakan sebuah bentuk balas dendam. Balas dendam yang dia maksud adalah ketika Basuki Tjahja Purmana alias Ahok dipenjara karena kasus penistaan agama.

"Mereka hanya mau balas dendam atas lengser dan longsornya si penista agama yang didukung dan diidolakan rezim zalim saat pilkada Jakarta di tahun 2017. Namun jangan khawatir, Allah SWT akan membalas segala makar (rekayasa) musuh Islam," ujarnya.



Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com