detikNews
Sabtu 24 Agustus 2019, 14:27 WIB

Gaji Rp 100 Juta Disindir Habib Rizieq, BPIP: Presiden yang Tanda Tangan

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Gaji Rp 100 Juta Disindir Habib Rizieq, BPIP: Presiden yang Tanda Tangan Foto: Presiden Jokowi saat menerima kunjungan BPIP (Rengga Sancaya)
Jakarta - Di milad ke-21 FPI, Imam besar FPI Habib Rizieq menyindir gaji Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) yang lebih dari Rp 100 juta. BPIP menilai, gajinya merupakan kewenangan pemerintah.

"Soal itu (gaji BPIP), logikanya harus belajar. Yang membentuk keputusan Perpres termasuk hak keuangan itu kan bukan BPIP. Yang membentuk itu kan pemerintah, dalam hal ini Presiden yang tanda tangan, yang menangani itu kan Bappenas, Kementerian Keuangan dan Setneg. Dengan pertimbangan-pertimbangan itu. Jadi kami tidak punya kewenangan untuk mengomentari itu. Karena yang membentuk peraturan kan bukan kami," kata Plt Ketua Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Hariyono saat dihubungi detikcom, Sabtu (24/8/2019).


Hariyono lantas menjelaskan soal kerja BPIP yan sudah sesuai dengan Perpres. Bahkan, BPIP saat ini sedang berkoordinasi dengan Kemendikbud dan Kemenristekdikti guna membahas soal pendidikan pancasila.

"Sudah ada kan sesuai dengan yang di Perpres itu. Cuma ini kan kita sudah hampir dekade pengaruh soal pancasila ini kan hilang dari ruang publik. Kita harus menata ulang kembali, bagaimana materi pelajaran mulai dari PAUD sampai Perguruan Tinggi kami bahas bersama. Kami tentunya juga mesti melibatkan banyak pihak, terutama kalangan teman-teman dari Kemendikbud dan Kemenristekdikti. Ini sedang dikerjakan, jadi bagaimana pelajaran pancasila mulai PAUD sampai perguruan tinggi itu dijalankan," ujarnya.


Sebelumnya, Habib Rizieq lewat video dari Mekah yang disiarkan langsung dari akun YouTube Front TV, Sabtu (24/8/2019) menyebut BPIP tak paham hakikat dan esensi pancasila. Rizieq juga mengungkit soal gaji BPIP yang lebih dari Rp 100 juta. Ucapannya itu dia sampaikan dalam sambutan Milad ke-21 FPI yang diadakan di Stadion Rawa Badak, Koja, Jakarta Utara.

"Lebih parahnya lagi rezim yang tidak paham hakikat Pancasila ini telah membentuk Badan Pembinaan Ideologi Pancasila yang disingkat BPIP. Dengan anggota yang juga tidak paham esensi Pancasila tapi digaji lebih dari Rp 100 juta rupiah per bulan tiap anggotanya hanya untuk menonton dagelan pengkhianatan pergeseran Pancasila dari dasar negara menjadi pilar negara," kata Habib Rizieq.


Habib Rizieq: BPIP Tak Paham Esensi Pancasila, Harus Dibubarkan
(rdp/bar)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com