detikNews
Sabtu 24 Agustus 2019, 00:11 WIB

DPR: Sinergitas Ekonomi-Keamanan Jadi Lokomotif Tuntaskan Masalah Papua

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
DPR: Sinergitas Ekonomi-Keamanan Jadi Lokomotif Tuntaskan Masalah Papua Said Abdullah (Foto: Marlinda Oktavia/detikcom)
Jakarta - Wakil Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah mengatakan sinergitas antara aspek keamanan dan aspek ekonomi sangat penting guna meredam persoalan di Tanah Papua. Menurut dia, hal itu bisa menjadi senjata utama untuk memitigasi eskalasi kericuhan agar tidak semakin meluas.

"Saya meyakini, pendekatan ekonomi dan keamanan bisa menjadi lokomotif meredam kericuhan yang terjadi di bumi Papua," ujar Said Abdullah kepada wartawan, Jumat (23/8/2019).



Menurut Said, pendekatan ekonomi dan keamanan merupakan hal yang sangat dibutuhkan untuk menyelesaikan persoalan di Papua dan Papua Barat. Kedua pendekatan itu, kata dia, seperti dua sisi mata uang yang saling bergantungan.

"Sektor ekonomi tidak akan berjalan tanpa jaminan keamanan. Ini artinya, pembangunan ekonomi membutuhkan stabilitas keamanan. Sedangkan kekuatan pertahanan membutuhkan kemampuan ekonomi yang mendukung melalui alokasi anggaran," katanya.

Kendati demikian, untuk pendekatan keamanan, Said meminta agar pemerintah mengedepankan pola soft power yang lebih persuasif seperti negosiasi dan dialog. Mengingat pola pendekatan hard power terbukti tidak efektif terhadap konflik di Papua.

"Saya kira, penanganan kerusuhan Papua dan Papua Barat tidak boleh sporadis, perlu therapy khusus. Bangun dialog dan rekonsiliasi, libatkan tokoh masyarakat, pemuka agama, dan tokoh adat Papua untuk memetakan jalan penuntasan konflik di bumi Cenderawasih," ujar Said.

Selain itu, Said meminta agar pemerintah merumuskan platform penyelesaian persoalan di Papua dan Papua Barat bersifat jangka panjang. Sebab, provinisi di ujung timur Indonesia ini menjadi barometer paling kritis atas adanya ancaman disintegrasi bangsa.

"Yang dibutuhkan sekarang ini, solusi yang bersifat jangka panjang dan lebih komprehensif. Bila tidak maka dikwatirkan eskalasi kerusuhan akan berlangsung ke arah kebuntuan politik yang akan mengancam persatuan bangsa," terangnya.

Dia juga meminta pemerintah untuk fokus pada pembangunan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan bagi rakyat Papua. Langkah itu harus dipercepat demi membangkitkan kepercayaan dari masyarakat Papua terhadap pemerintahan.

"Pemerintah pusat harus memberikan porsi khusus secara nasional dalam kegiatan pembangunan Papua sehingga bisa memperkecil gap ekonomi rakyat disana," kata Said.



Ketua DPP PDIP itu pun berharap persoalan di Tanah Papua dapat segera terselesaikan. Sebab, stabilitas keamanan berpengaruh besar terhadap kehidupan masyarakat baik aspek sosial maupun ekonomi.

"Jika daerah itu tidak aman maka bisa berimbas pada perkembangan ekonomi di daerah tersebut. Situasi ini akan mempengaruhi minat para investor dalam berinvestasi yang muaranya menganggu ekonomi nasional.
Karenanya, pemerintah wajib menjaga stabilitas keamanan untuk menciptakan perekonomian yang sehat. Korelasi antara ekonomi dan keamanan merupakan hubungan yang timbal balik. Daerah yang ekonominya tumbuh, pasti keamanannya terjamin baik," tuturnya.

"Sebaliknya jika kondisi ekonomi tidak stabil, akan memberikan dampak pada gangguan keamanan yang bisa memberikan efek negatif pada ekonomi," sambung Said.
(mae/idn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com