detikNews
Jumat 23 Agustus 2019, 15:34 WIB

Kader Golkar Minta Dewan Pembina Turun Tangan Selesaikan Masalah di DPP

Gibran Maulana Ibrahim - detikNews
Kader Golkar Minta Dewan Pembina Turun Tangan Selesaikan Masalah di DPP Foto: Massa AMPG pro-Bamsoet aksi di kantor DPP Golkar (Dok. istimewa)
Jakarta - Fungsionaris Partai Golkar Junaidi Elvis meminta Dewan Pembina DPP Partai Golkar turun tangan menyelesaikan berbagai peristiwa yang terjadi di internal partai berlambang beringin itu. Junaidi menyinggung soal polemik yang melibatkan pengurus Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) yang ingin masuk ke kantor DPP Partai Golkar untuk menyampaikan aspirasi.

"Karena kecintaan pengurus dan anggota AMPG kepada Partai Golkar, kemarin malam mereka sampai menginap di pinggir jalan di depan kantor DPP Partai Golkar. Mereka sudah sangat sabar dan dengan itikad baik datang ke kantor DPP Partai Golkar untuk menyampaikan aspirasi. Namun dijegal dan tidak diterima masuk. Ini sungguh memilukan karena pengurus dan kader AMPG tak bisa datang dan pulang ke rumah sendiri," kata Junaidi kepada wartawan, Jumat (23/8/2019).

Tak hanya itu, Elvis menilai ada pencemaran nama baik AMPG terkait dengan preman berseragam non-kader dan pengurus AMPG yang berjaga di kantor DPP Partai Golkar. Upaya tersebut menurutnya merupakan strategi adu domba.


"Ketum sepertinya berharap pengurus dan kader AMPG yang datang dengan baik-baik tersebut terpancing emosinya sehingga beradu jotos dengan preman berseragam AMPG yang mereka tempatkan di kantor DPP Partai Golkar. Cara seperti itu sangat memalukan. Pengurus dan kader AMPG sejati adalah kaum intelektual yang mengedepanan kecerdasan otak, hati, dan jiwa. Bukan sekumpulan preman," sebut dia.

"Padahal Ketua Umum DPP Partai Golkar bisa saja menerima langsung atau mendelegasikan kepada orang kepercayaannya untuk menerima aspirasi dari pengurus dan kader AMPG di dalam kantor DPP Partai Golkar. Toh, DPP juga rumah mereka juga. Sayangnya Ketum malah melarang masuk tanpa ada alasan yang jelas," jelas Elvis.

Sebelumnya diberitakan, sejumlah orang beratribut AMPG sebelumnya menyambangi kantor DPP Partai Golkar di kawasan Jakarta Barat, Kamis (22/8). Waketum AMPG Nofel Saleh yang merupakan anggota tim sukses Bamsoet yang telah menyatakan akan maju menjadi calon Ketum Golkar memimpin massa mendesak DPP menggelar pleno.

Golkar Jawab Desakan AMPG Pro-Bamsoet soal Pleno

Sementara itu, Partai Golkar menjawab desakan massa AMPG yang menuntut sang ketua umum, Airlangga Hartarto, segera menggelar rapat pleno. Ketua DPP Golkar Ace Hasan menyatakan partai akan menggelar rapat pleno setelah seluruh proses Pemilu 2019 selesai.

Ia menjelaskan, sebelum menggelar rapat pleno, ada mekanisme partai yang harus dilalui. Ace pun memastikan Golkar akan menggelar rapat pleno.

"Rapat pleno Partai Golkar itu pada saatnya pasti akan digelar untuk membahas agenda internal maupun eksternal setelah berbagai tahapan rapat dilalui dan penetapan hasil pileg sudah selesai dari KPU," kata Ace kepada wartawan, Kamis (22/8).

"Dalam mekanisme rapat internal Partai Golkar itu jelas ada tahapannya. Ada rapat bidang dan rapat kordinasi bidang. Setelah itu, baru kita rapat pleno Partai Golkar," sebutnya.


Selain itu, Ace menyebut KPU juga masih belum menetapkan para caleg DPR RI terpilih karena masih ada rekomendasi PSU dalam penetapan caleg DPR RI. Ace menyebut setelah urusan tersebut selesai, rapat pleno segera dilakukan pada saatnya.

"Jika tahapan dan penetapan caleg sudah diumumkan sudah selesai, pada saatnya pasti DPP Partai Golkar akan menggelar rapat pleno," imbuh Ace.
(gbr/fjp)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com