detikNews
Rabu 21 Agustus 2019, 17:39 WIB

Ustaz Somad: Payah Kali Kalau Ceramah Harus Perjanjian Tak Rekam-Sebar

Eva Safitri - detikNews
Ustaz Somad: Payah Kali Kalau Ceramah Harus Perjanjian Tak Rekam-Sebar Jumpa pers bersama MUI dan Ustaz Abdul Somad. (Eva Safitri/detikcom)
Jakarta - Ustaz kondang Abdul Somad menegaskan tak bisa mengatur perilaku jemaah pengajiannya, termasuk soal merekam dan menyebarkan materi pengajian, terkait dengan kontroversi video ceramah lamanya soal salib. Dia menegaskan tak mungkin membuat aturan kaku dalam sesi ceramahnya.

"Saya di mana-mana ceramah tak mungkin saya tanya orang satu per satu, matikan HP matikan. Saya di mana-mana ceramah, HP orang hidup, orang merekam, tak bisa saya larang itu karena dia mau mendapat pengajian," kata Somad dalam jumpa pers di kantor MUI, Jl Proklamasi, Jakarta Pusat, Rabu (21/8/2019).


Somad menegaskan tak bisa menghalangi jemaah yang ingin mendapat ilmu dengan hadir di pengajiannya. Dia tak bisa menghalangi perekaman ataupun membatasi penyebarannya.

"Tak mungkin pula saya buat perjanjian semua yang mau masuk ke sini meterai enam ribu, tak boleh disebarkan. Payah kalilah ceramah sekarang ini kalau begitu," ujarnya.


Soal ceramahnya yang jadi kontroversi, Somad memberi klarifikasi dalam 5 poin. Berikut ini poin-poin klarifikasinya:

Yang pertama, saya sebagai anggota komisi fatwa Majelis Ulama Indonesia Provinsi Riau datang bersilaturahim ke Majelis Ulama Indonesia pusat, jadi kehadiran saya adalah kehadiran tidaklah dapat disebut bawahan ke atasan karena kami bukan karyawan perusahaan tapi silaturahim antara ustaz-ustaz di daerah dengan alim ulama di pusat alhamdulillah silaturahim kami ini berjalan baik

Yang kedua saya sebagai warga negara yang baik, ingin menjelaskan jangan sampai masyarakat menjadi hiruk pikuk disebabkan oleh isu media sosial bahwa ceramah saya yang diviralkan itu adalah menjawab pertanyaan bukan tema kajian, bukan inti permasalahan karena saya punya kajian di Masjid Agung An-Nur Pekanbaru Riau setiap subuh Sabtu, satu jam materi setelah itu tanya jawab ketika itulah ada masyarakat yang bertanya lalu saya menjawab maka video itu menjawab pertanyaan.

Ketiga, bahwa itu disampaikan di tengah komunitas masyarakat muslim di dalam masjid di tempat tertutup di tengah umat Islam dalam kajian khusus Sabtu subuh, bukan di Damai Indonesiaku TV One, bukan tablig akbar di tanah lapang stadion sepakbola, bukan di waktu ramai sampai 100 ribu orang tapi pengajian.

Poin yang keempat bahwa saya sedang menjelaskan akidah, keyakinan seorang muslim. Bagaimana dalam Islam diajarkan Innal malaikata, sesungguhnya malaikat la tadkhulul buyut, tidak masuk ke dalam rumah, fiha tamasil, kalau di dalam rumah itu ada patung, mengapa malaikat tidak mau masuk ke dalam rumah yang ada patung, karena di antara tempat-tempat tinggal jin adalah patung. Oleh sebab itu penjelasan itu saya jelaskan untuk menjaga akidah umat Islam saya tidak sedang dalam kapasitas perbandingan agama, atau berdebat atau berdialog tapi menjelaskan akidah umat Islam

Kelima itu bahwa sudah berlangsung, saya tidak lagi memberikan kajian rutin subuh setelah keliling tablig akbar, tapi itu lebih kurang tiga tahun yang lalu. Itulah yang dapat saya sampaikan.





Tonton Video Diundang Klarifikasi Ceramah Salib, UAS Sambangi Kantor MUI:

[Gambas:Video 20detik]


(tor/fjp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com