detikNews
Rabu 21 Agustus 2019, 12:40 WIB

Gembala dan 19 Kerbau Tewas Seketika, Begini Efek Mematikan Petir

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Gembala dan 19 Kerbau Tewas Seketika, Begini Efek Mematikan Petir Kerbau-kerbau yang mati tersambar petir. (Abdi Somat Hutabarat/detikcom)
Tapanuli Tengah - Petir bisa membunuh makhluk hidup dalam waktu seketika. Kasus terbaru, seorang gembala kerbau di Bondar Sihudon, Desa Uratan, Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara, dan 19 ekor kerbaunya tewas tersambar petir. Petir mematikan karena bisa menciptakan suhu panas yang luar biasa.

Sebagaimana diketahui, kejadian yang menimpa Sitor dan 19 kerbaunya itu terjadi pada pukul 19.20 WIB, Senin (19/8) lalu. Peristiwa berawal dari Sitor yang menghidupkan api untuk mengasapi kerbau-kerbau di dalam kandang agar tak diganggu nyamuk. Tiba-tiba petir pun menyambar.

"Kejadiannya bermula saat korban menghidupkan api seperti setiap harinya mengasapi kelompok kerbau di dalam kandang agar tidak diganggu nyamuk. Di saat itulah, Sitor Habeahan disambar petir," kata warga setempat, Parulian Simatupang, Selasa (20/8/2019).


Sebanyak 21 kerbau yang berada di dalam kandang pun ikut tersambar petir. Sembilan belas di antaranya mati di tempat bersama sang gembala.

Diketahui, kerbau-kerbau itu bukan milik Sitor. Dia hanya bertugas menggembalakannya. Jenazah Sitor disemayamkan di rumah duka dan akan dimakamkan hari ini. Sedangkan 19 kerbau yang mati sudah dimakamkan secara massal.

Apakah Api Bisa Memicu Petir?

Berkaca pada kejadian yang menimpa Sitor, dia disambar petir ketika sedang menyalakan api. Apakah artinya api bisa memicu petir? Kepala Bidang Geofisika Potensial dan Tanda Waktu Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Hendra Suwarta menjawab fenomena ini. Hendra menegaskan api tidak memicu petir.

"Api tidak memicu terjadinya petir. Yang menarik petir adalah benda-benda logam dan benda-benda basah," kata Hendra saat dihubungi detikcom, Rabu (21/8).


Hendra menduga sambaran petir yang menimpa Sitor diakibatkan faktor lapangan yang digunakan saat menggembala. Ditambah, menurutnya, tanah lapang biasanya basah sehingga bisa memicu datangnya petir.

"Karena biasanya menggembala kerbau itu di lapangan luas, yang juga jadi langganan tujuan petir dari awan ke tanah lapang yang basah. Jadi bukan karena menyalakan api," tuturnya.

Lebih lanjut, Hendra mengatakan semua petir punya kekuatan yang dahsyat. Kekuatan inilah yang bisa membuat makhluk hidup seketika mati.

"Sambaran semua petir memang dahsyat, bisa beribu watt. Jadi sekali sambar, semua benda pasti gosong," ujarnya.

Mengenal Petir yang Mematikan

Petir memang dikenal memiliki energi yang dahsyat. Merujuk pada laman resmi Administrasi Kelautan dan Atmosfer Nasional Amerika Serikat (NOAA), petir bisa begitu mematikan karena dalam waktu singkat bisa mengalirkan suhu melebihi panas suhu permukaan matahari. Suhu panas petir bisa mencapai 5.000 Fahrenheit atau 2.760 Celcius. Dengan suhu tersebut, wajar saja jika makhluk hidup bisa tewas seketika karena kepanasan.

Sementara itu, di AS, petir kerap menyerang tiap orang sepanjang tahun, khususnya saat musim panas. Data NOAA menunjukkan rata-rata 47 orang di AS setiap tahun mati akibat sambaran petir. Untuk itu, setiap orang minimal harus punya pengetahuan dasar tentang sambaran petir. Berikut ini jenis-jenis sambaran petir:

1. Direct Strike (Serangan Langsung)

Direct strike merupakan serangan petir yang paling mematikan. Hal ini disebabkan jenis sambaran petir itu langsung menyambar korban dengan energi petir yang utama. Biasanya, serangan petir ini menyerang korban yang berada di ruang terbuka. Panas yang dihasilkan sambaran petir ini bisa mengakibatkan luka bakar serius. Mereka yang terkena sambaran petir ini masih bisa tertolong, tapi tergantung kesigapan pertolongan medis.


2. Side Flash (Serangan Sisi)

Ada juga jenis sambaran petir side flash. Sambaran petir ini umumnya menyerang dari objek terdekat korban. Misalnya, saat petir menyambar objek tinggi. Dari situ, arus sambaran akan melompat ke arah korban. Jenis petir ini masih bisa dihindari jika korban sigap menjauh dari objek sambaran petir.

3. Ground Current (Arus Petir Via Tanah)

Jenis petir lainnya ialah jenis petir ground current atau petir yang merambat melalui tanah. Lazimnya, petir akan menyambar pohon atau objek lain dengan energi besar. Kemudian, arus petir itu akan merambat melalui tanah. Arus petir ini terbilang berbahaya lantaran bisa langsung mengaliri saluran kadiovaskular dan bisa menyebabkan luka bakar.

4. Conduction (Konduksi)

Jenis sambaran petir selanjutnya ialah konduksi. Jenis sambaran petir ini memanfaatkan logam atau jaringan kabel sebagai jalurnya. Biasanya, jenis sambaran ini menyerang korban yang ada di dalam ruangan dengan membuat percikan api lewat stopkontak listrik, aliran listrik di shower, dan kabel telepon.

5. Steamer

Sambaran petir juga bisa memilih atmosfer sebagai jalur penghantarnya. Jenis sambaran ini disebut 'streamer'. Sambarannya mirip dengan serangan langsung dan bisa mematikan.


Masih merujuk pada laman NOAA, berikut ini beberapa kiat untuk menghindari sambaran petir:

-Jangan berjongkok. Karena berjongkok tetap berpotensi membuat Anda tersambar petir. Jauh lebih baik jika Anda berlari dan mencari tempat aman.
-Cek ramalan cuaca. Batalkan agenda harian Anda jika prediksi cuaca buruk.
-Masuk ke bangunan yang kokoh. Namun sebaiknya Anda tidak menyalakan alat elektronik yang menyambung pada kabel. Karena ini juga berpotensi jadi arus sambaran petir.
-Jika mendengar guntur, segeralah cari tempat yang aman.



Tonton juga video Ngeri! Badai Petir Melanda Australia:

[Gambas:Video 20detik]


(rdp/imk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com