detikNews
Senin 19 Agustus 2019, 18:54 WIB

Jambi Diselimuti Kabut Asap Kiriman, Pemkab Muba Minta Maaf

Ferdi Almunanda - detikNews
Jambi Diselimuti Kabut Asap Kiriman, Pemkab Muba Minta Maaf Konferensi pers di Makorem Jambi terkait karhutla. (Foto: Ferdi Almunanda/detikcom)
Jambi - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Muara Medak, Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan (Sulsel), berdampak hingga ke Jambi. Karena itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muba secara khusus meminta maaf kepada seluruh masyarakat Jambi.

Permintaan maaf tersebut disampaikan langsung Staf Ahli Bupati Bidang Politik dan Hukum Pemkab Muda, Haryadi Karim. Pemkab Muba bersama Pemprov Jambi memang tengah berkoordinasi terkait penanganan dampak karhutla.




"Kedatangan kami di sini karena telah terjadinya asap yang masuk ke wilayah Provinsi Jambi. Asap ini tergantung ke mana arah angin. Jika arah angin ke utara maka asap akan ke utara, jika arah angin ke selatan maka akan ke selatan," kata Haryadi saat konferensi pers di ruangan media center Makorem Jambi, Jalan Urip Sumoharjo, Telanaipura, Jambi, Senin (19/8/2019).

"Oleh karena itu, dengan ini kami sampaikan atas nama Pemkab Musi Banyuasin, kami menyatakan permohonan maaf kepada masyarakat di Jambi atas asap yang masuk ke Jambi,'' imbuhnya.

Sudah hampir satu minggu hutan dan lahan di Desa Muaro Medak terbakar. Luas hektar lahan yang terbakar telah mencapai 3.290 hektar.

"Luas hektar yang terbakar saat ini ada sebanyak 3.290 hektar semuanya terjadi di Desa Muaro Medak, Muba. Lahan yang terbakar itu semuanya merupakan lahan dari masyarakat,'' ujar Haryadi.




Berdasarkan keterangan Dansatgas Karhutla Jambi, Kolonel Arh Elphis Rudy luas hutan dan lahan yang terbakar di wilayah Jambi sejak Januari hingga Agustus 2019 mencapai lebih 300 hektar. Dia memastikan pihaknya masih bisa mengatasinya.

"Sejauh ini ada 350 hektar lahan yang terbakar yang ada di Jambi sejak Januari sampai Agustus 2019. Karhutla itu masih dapat diatasi,'' ujarnya

Kabut asap di Kota Jambi sejak beberapa hari kemarin terasa pada pagi, siang serta malam hari. Karena kabut asap tersebut kegiatan belajar mengajar tingkat PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) serta SD sampai diliburkan.


Simak Video "Upacara HUT RI di Lahan yang Menghitam karena Kebakaran Hutan"

[Gambas:Video 20detik]


(zak/zak)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com