detikNews
Senin 19 Agustus 2019, 08:17 WIB

Round-Up

Satu Lagi dari Anies untuk Atasi Polusi

Tim detikcom - detikNews
Satu Lagi dari Anies untuk Atasi Polusi Foto: Anies menanam bugenvil di Jalan Jenderal Sudirman (dok. Pemprov DKI Jakarta)
Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah menerbitkan instruksi gubernur (Ingub) Nomor 66 Tahun 2019 tentang Pengendalian Kualitas Udara. Anies memberikan instruksi kepada jajarannya untuk melakukan penanganan untuk menangkal polusi udara.

Ada tujuh langkah dalam Ingub tersebut. Langkah pertama adalah memperketat uji emisi kendaraan bermotor.

"Mulai tahun ini kita akan tuntaskan, tidak ada lagi angkutan umum beroperasi di Jakarta yang berusia di atas 10 tahun dan tidak lulus uji emisi. Ini kita akan di tahun 2020, artinya tahun ini adalah tahun terakhir di mana kendaraan usia lebih dari 10 tahun secara umum bisa beroperasi di Jakarta," kata Anies, Jumat (2/8/2019).

Kedua, Anies juga mencanangkan perluasan rute ganjil-genap untuk kendaraan bermotor yang telah dimulai sosialisasi sejak Rabu (7/8). Terdapat beberapa rute baru dan perluasan waktu berlaku setiap Senin ke Jumat mulai pukul 06.00-10.00 serta 16.00-21.00 WIB.

"Kita akan melakukan perluasan rute-rute jalan yang mengharuskan plat nomor ganjil-genap," tutur Anies.

Ketiga, Anies berencana mendorong warga Jakarta menggunakan transportasi umum. Beberapa revitalisasi trotoar dilakukan di Kemang, Cikini, hingga Casablanca.

"Lalu yang ketiga kita akan mendorong peralihan moda kepada transportasi umum dan kenyamanan berjalan berjalan kaki dengan percepatan pembangunan fasilitas pejalan kaki di 25 ruas jalan protokol dan arteri," kata Anies.

Langkah keempat adalah meningkatkan tarif parkir kendaraan. Menurutnya, tarif parkir akan dinaikkan di kawasan dan pusat pelayanan angkutan massal namun hal ini masih dalam tahap kajian.

"Tarif parkir akan mengalami peningkatan harga yang amat drastis. Nilainya sedang difinalisasi tapi Dinas Perhubungan nanti akan memfinalkan di mana yang mengalami peningkatan," papar Anies.

Kelima, Anies akan membuat aturan ketat terhadap pabrik. Setiap proses industri dia mewajibkan perusahaan untuk memasang alat pemantau kualitas asap.

"Lalu kita akan mewajibkan industri sebagai penghasil polusi untuk memasang alat monitoring nilai buangan asap industri dan melakukan pemasangan pengendalian kualitas udara pada semua cerobong industri," ucap Anies.

Lebih lanjut, Anies akan merintis peralihan energi dan mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil. Langkah tersebut dilakukan dengan cara memasang solar panel di gedung pemerintah dan sekolah.

"Kita akan melakukan merintis peralihan ke energi terbarukan dan mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil dengan memasang solar panel pada gedung gedung pemerintah daerah gedung sekolah fasilitas kesehatan kita akan perbanyak penggunaan solar panel," lanjut Anies.

Terakhir, Anies menerangkan akan melakukan penghijauan di sarana publik. Dia mendorong penerapan gedung hijau.

"Yang berikutnya kita akan lakukan pengoptimalisasian penghijauan pada sarana dan prasarana publik serta mendorong penerapan prinsip Green building pada seluruh gedung melalui penerapan insentif dan disinsentif," kata Anies.

Terkait hal itu, Anies telah melakukan penanaman bugenvil di kawasan Dukuh Atas, Jalan Jenderal Sudirman. Hal itu merupakan satu lagi upaya dari yang meniali bugenvil memiliki serapan terhadap polusi udara dengan kategori tinggi.

"Hari ini kita sama-sama saksikan, aspeknya pilihan tanaman Bougenville itu salah satu tanaman yang memiliki serapan terhadap polusi udara dengan kategori tinggi," kata Anies di acara 'Penanaman Tamanan Bougenville Amenities' di Pintu 7 Gelora Bung Karno, Jl Sudirman Jakarta Selatan, Minggu (18/8/2019).

Terdapat total 100 ribu tanaman bugenvil yang akan ditanam di sepanjang Jalan Sudirman, Jakarta. Anies menilai penanaman upaya itu membuat Jakarta lebih hijau dan lestari.

"Pada pagi ini kita bersama-sama hadir menyaksikan peresmian gerakan penghijauan penanaman tanaman bugenvil di Jl Sudirman. Bahwa kita ingin mewujudkan Jakarta kota lestari, artinya apa yang sekarang kita memanfaatkan dari kota kita adalah pinjaman dari generasi dari anak-anak kita. Karena itu kita nantinya harus wariskan kota ini dengan keadaan yang baik bahkan lebih baik, itu prinsip kota ini lestari," ujar Anies.

Dalam kesempatan yang sama, Anies juga membagikan tanaman lidah mertua. Tanaman dibagikan secara gratis ke sekolah-sekolah.




Udara Jakarta Terburuk di Dunia, Warga Berani Tamasya?:

[Gambas:Video 20detik]


(fdu/knv)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com