detikNews
Sabtu 17 Agustus 2019, 10:22 WIB

Laporan Dari Mekah

Makna di Balik Doa Semoga Jadi 'Haji Mabrur'

Ardhi Suryadhi - detikNews
Makna di Balik Doa Semoga Jadi Haji Mabrur Foto: Haji 2019 (Ardhi Suryadhi/detikcom)
Mekah - Hari ini, 17 Agustus 2019, jemaah haji Indonesia mulai kembali. Kedatangan mereka pun pastinya akan disambut suka cita oleh sanak famili.

Nah, ada satu doa yang kerap dilontarkan kepada jemaah yang baru pulang dari Tanah Suci yakni 'semoga menjadi haji mabrur'. Apa sih kira-kira arti dari kalimat ini?

Menurut KH Hamdan Rasyid, pembimbing jemaah haji khusus Maktour, menjelaskan bahwa suatu ketika Rasulullah ditanya oleh para sahabat terkait definisi haji mabrur. Rasul lantas memberikan suatu uraian, indikasinya adalah ketika ia usai pulang berhaji maka orang tersebut selalu menebarkan kedamaian di mana pun ia berada.


Damai untuk diri sendiri, damai untuk keluarga, damai untuk masyarakat, bukan provokator yang negatif. Justru memberikan kedamaian kepada masyarakat," ujar KH Hamdan.

Ia melanjutkan, kalau membaca sejarah, berdirinya Muhammadiyah yang dirintis oleh KH Ahmad Dahlan itu terjadi pascahaji. Begitu juga dengan Nahdlatul Ulama (NU), yang juga dirintis pascahaji. Sebab setelah berhaji, para penggagas dua organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut terinspirasi untuk memberikan yang terbaik dan bermanfaat kepada masyarakat.

Makna 'Semoga Jadi Haji Mabrur'Foto: KH Hamdan Rasyid (Ardhi Suryadhi/detikcom)

Pak Haji dan Bu Haji yang baru pulang dari Tanah Suci pun diharapkan dapat menjadi pribadi yang lebih baik lagi dari sebelumnya. Di mana hal itu dapat terdengar dari ucapannya yang selalu hal-hal baik, pembicaraannya selalu bermakna dan positif, dan yang tak kelah penting itu juga suka memberi makan kepada orang yang lapar. Artinya punya kepekaan sosial.


Jadi selain ibadahnya kepada Allah 'naik kelas', dengan menjadi lebih khusyuk dan menambah amalan-amalan sunah, pascahaji juga turut mendongkrak ibadah sosialnya. Bagaimana diri kita itu bisa lebih bermanfaat untuk masyarakat.

"Apakah dia membangun masjid, paling tidak bantu semen-semen di masjidlah, bantu panti asuhan dan lainnya. Itulah indikasi haji mabrur, kepada Allah makin dekat, karena selama haji mulai dari umrah, haji, wukuf di Arafah itu kan jadi lebih mengenal Allah. Intinya, pascahaji jadi lebih baik, yang semula takwanya pas-pasan, jadi lebih baik lagi," pungkas KH Hamdan.

Yang pasti, seseorang berlabel 'haji' punya tanggung jawab untuk menjadi mabrur. Dimana tentunya 'mabrur' di sini bukan given alias tanpa usaha lantas turun dari langit. Mabrur di sini akan didapat dengan usaha yang kita lakukan, yaitu dengan mengamalkan pesan-pesan yang terkandung dalam proses haji, mulai dari ihram, wukuf di padang Arafah, mabit (bermalam) di Muzdalifah dan Mina, melontar jamrah, tawaf, sa'i, serta tahallul (memotong rambut).
(ash/gbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com