detikNews
Jumat 16 Agustus 2019, 17:56 WIB

Massa Penolak Revisi UU Ketenagakerjaan Bubar, Lalin Senayan Normal

Ibnu Hariyanto - detikNews
Massa Penolak Revisi UU Ketenagakerjaan Bubar, Lalin Senayan Normal Massa buruh (Matius Alfons/detikcm)
Jakarta - Massa aksi Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak) membubarkan aksi unjuk rasa menolak revisi UU Ketenagakerjaan no 13 tahun 2003. Kondisi lalu lintas (lalin) kawasan Senayan normal kembali.

Pantauan detikcom di Jalan Gerbang Pemuda, Jakarta Pusat, Jumat (16/8/2019), massa mulai membubarkan diri pukul 17.20 WIB. Terlihat massa membubarkan diri dengan tertib.

Kemudian terlihat lalu lintas Jalan Gerbang Pemuda yang sebelumnya ditutup sudah kembali dibuka. Lalu lintas dari Jalan Gatot Subroto menuju Jalan Gerbang Pemuda kembali lancar.



Namun terlihat sebagian pimpinan federasi buruh masih menunggu di lokasi. Mereka terlihat masih menunggu nasib rekannya yang masih ditahan di Polda Metro Jaya.

"Aksi akan kita close dan kawan-kawan dari pimpinan federasi akan tunggu kawan kita yang sedianya belum dibebaskan, silakan kawan-kawan, ayo merapat segera kita close aksi kita," ucap Korlap aksi melalui pengeras suara.

Sementara itu, Jubir Gebrak, Nining Elitos juga mengucapkan terima kasih atas kehadiran massa buruh. Ia juga mengaku akan menunggu rekan-rekan yang ditahan Polda Metro Jaya.



Kita tidak jadi ke Polda Metro Jaya, kita memunggu dan memastikan kawan kawan yang 7 orang, informasinya sedang dibawa ke sini. Bagi kawan yang pulang hati-hati di jalan, sampai ketemu di medan juang lainnya," ungkapnya.

Sebelumnya Massa buruh dari Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) mulai berunjuk rasa di Jalan Gerbang Pemuda. Mereka dihalau menuju gedung DPR.

Pantauan detikcom di pertigaan Jalan Gerbang Pemuda, Jakarta Pusat, terlihat massa buruh yang mengenakan baju merah mulai berunjuk rasa pukul 13.00 WIB. Terlihat mereka juga membawa attribut bendera bertuliskan "Tolak Revisi UU Ketenagakerjaan no 13 tahun 2003".

Selain itu terlihat pula spanduk di mobil komando bertuliskan "Tolak revisi UUK Versi Pengusaha dan Pemerintah, Indonesia Bukan Milik Kaum Modal". Sejauh ini massa tidak diperkenankan masuk menuju ke arah gedung DPR RI.
(ibh/dnu)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com