detikNews
Jumat 16 Agustus 2019, 17:16 WIB

Aliansi Buruh Gebrak Minta Polisi Segera Bebaskan Massa yang Ditangkap

Matius Alfons - detikNews
Aliansi Buruh Gebrak Minta Polisi Segera Bebaskan Massa yang Ditangkap Massa Buruh (Foto: Alfons/detikcom)
Jakarta - Jubir Gerakan Aliansi Bersama Rakyat (Gebrak) Nining Elitos menyebut ada 21 massa unjuk rasa yang diamankan polisi. Nining menegaskan mereka tidak bersalah.

"Jangan berleha-leha teman-teman, ada 21 kawan-kawan kita masih diamankan di Polda Metro Jaya," kata Nining melalui pengeras suara, di Jalan Gerbang Pemuda, Jakarta Pusat, Jumat (16/8/2019).

"Kita saya sampaikan secara terbuka ke pihak kepolisian agar segera lakukan pembebasan, orang-orang yang tidak bersalah tadi ditangkap di depan TVRI, kita minta 20 menit," sambung Nining.


Foto: Alfons/detikcom

Sementara itu, juru bicara Gebrak Ilhamsyah mengatakan 14 dari total 22 orang itu akan dipulangkan. Sedangkan 7 orang lainnya belum mendapatkan kepastian.

"Polisi janji 14 orang akan dipulangkan ke sini, tapi yang 7 orang belum ada kepastian, kita tidak mau kawan-kawan buruh saja yang dilepas tapi kawan mahasiswa tidak, kami tidak mau, semua harus dibebaskan tanpa surat, kita tunggu, kalau 7 orang belum selesai kita akan bergerak bersama," ujar dia.



Ilham lantas bicara awal mula sejumlah massa aksi diamankan polisi. Dia melihat ada empat orang yang awalnya diamankan di lokasi unjuk rasa .

"4 orang itu, makanya kami belum tau persis, saya liat pas saya ke sana mereka dinaikkan ke mobil. Lalu di depan TVRI, tadi juga ada 1 mobil polisi kawan-kawan dimasukkan ke bus polisi, saya nggak tau berapa orang, perkiraan puluhan orang, dan info barusan mereka ada di Polda Metro Jaya," sebutnya.



Ia mengaku heran lantaran unjuk rasa saat itu belum dimulai. Ia juga yakin tidak ada tindakan anarkis yang dilakukan massa unjuk rasa.

"Heran orang-orang belum melakukan apa-apa, tidak anarkis, tidak menutup jalan, baru sampai tapi dibawa kepolisian, ini satu tindakan sewenang-wenang pihak kepolisian dan pihak kepolisian melanggar UU sendiri," ucapnya.

Hingga saat ini massa buruh masih menunggu pembebasan teman-temannya. Mereka sempat mengancam akan mendatangi Polda Metro Jaya.

Sebelumnya Polda Metro Jaya mengamankan 7 orang berpakaian hitam-hitam diduga Kelompok Anarcho Syndicalism. Mereka diduga memprovokasi massa yang hendak aksi di gedung DPR.

"Memang betul ada diduga kelompok anarcho syndicalism diamankan polisi," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono saat dikonfirmasi detikcom, Jumat (16/8/2019).

Argo tidak menjelaskan secara pasti kenapa pihaknya mengamankan orang-orang tersebut. Argo hanya menyebut 7 orang berpakaian serba hitam itu sudah diamankan karena membuat provokasi di tengah massa aksi di sekitar gedung DPR RI.

"Ya ada 7 orang diamankan," tegas Argo.
(maa/knv)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com