detikNews
Jumat 16 Agustus 2019, 01:52 WIB

49 Titik Panas Karhutla Terdeteksi di Kalimantan Tengah

Lisye Sri Rahayu - detikNews
49 Titik Panas Karhutla Terdeteksi di Kalimantan Tengah Karhutla Kalteng (Foto: BPBD Kalteng)
Jakarta - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) mengatakan jumlah titik panas akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mencapai hingga 49 titik. Jumlah titik panas itu dilaporkan oleh Lapan Fire Hotspot Kamis (15/8) pukul 18.00 WIB.

"Persebaran titik panas terdeteksi di tujuh kabupaten dan 1 kota, yaitu Kabupaten Pulang Pisau 21, Barito Selatan 9, Kapuas 8, Barito Timur 4, Kotawaringin Timur 2, Lamandau 2, Seruyan 1 dan Kota Palangkaraya 2," ujar Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB, Agus Wibowo dalam keterangan persnya, Jumat (16/8/2019).


Agus mengatakan titik panas tersebut berpengaruh terhadap kualitas udara di Kalimantan Tengah. Kualitas udara di Palangkaraya berada dalam kategori sedang hingga tidak sehat.

"Sejumlah titik hotspot berpengaruh terhadap kualitas udara di wilayah Kalimantan Tengah. Kualitas udara menunjukkan kategori sedang hingga tidak sehat di wilayah Palangkaraya, sedangkan di wilayah lain seperti Pangkalan Bun, Sampit dan Muara Teweh menunjukkan kualitas udara baik," kata Agus.

Selain itu, asap juga berpengaruh pada jarak pandang. BPDB Kalteng mencatat jarak pandang berbeda-beda di beberapa tempat.

"Asap yang masih terjadi di wilayah Kalteng juga berpengaruh pada jarak pandang atau visibilitas. BPBD Provinsi Kalteng mencatat jarak pandang yang berbeda di beberapa tempat, seperti Pangkalan Bun dan Sampit 9 km, Palangkaraya 6 km, Buntok 5 km dan Muara Teweh 4 km," lanjutnya.


Untuk mengatasi bahaya asap, BPDB Provinsi Kalteng memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Selain itu BPBD juga memberikan masker kepada siswa SD di Langkai dan Tanjung Pinang.

"Mengantisipasi bahaya asap, BPBD Provinsi Kalteng bersama dinas terkait lainnya memberikan pelayan kesehatan kepada para petugas maupun sukarelawan yang berjibaku menghadapi karhutla. Selain itu, BPBD juga memberikan masker untuk murid-murid sekolah dasar, seperti SD Negeri 11 Langkai dan SD Negeri 3 Tanjung Pinang," jelas Agus.

Agus mengatakan, hingga saat ini BPBD di tingkat kabupaten dan kota serta provinsi terus berupaya untuk memadamkan api dan titik panas. Sebanyak 1.512 personel gabungan melakukan operasi pemadaman maupun pendinginan atau mopping up.

"Sebanyak 1.512 personel tersebut berasal dari warga 705 personel, TNI 500, Polri 205, dan BPBD 102. Personel gabungan tersebut tersebar di beberapa titik dengan tugas utama, yaitu pencegahan. Personel turun ke masyarakat untuk mengimbau mereka tidak membakar lahan," lanjutnya.


Agus menyebut upaya pencegahan terus dilakukan di wilayah rawan, seperti melakukan patroli. Selain itu pemadaman juga dibantu dengan pengeboman air atau water booming dari helikopter.

"Upaya pencegahan lain, yaitu melakukan patroli di wilayah-wilayah rawan. Di samping itu, tentu melakukan upaya pemadaman maupun penegakan hukum," kata dia.

"Sejumlah helikopter melakukan pengeboman (air) di beberapa titik, seperti helikopter jenis Mi-7 melakukan 2 sorti di wilayah Bukit Tunggal dan Marang. Total 2 sorti pengeboman hanya di wilayah tersebut menghabiskan air sebanyak 160.000 liter atau dengan 40 kali pengeboman," ucapnya.


(lir/gbr)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com