detikNews
Kamis 15 Agustus 2019, 22:09 WIB

Walkot Hendi Apresiasi Semarang Great Sale, Transaksi Tembus Rp 128 M

Akfa Nasrulhak - detikNews
Walkot Hendi Apresiasi Semarang Great Sale, Transaksi Tembus Rp 128 M Foto: Pemkot Semarang
Jakarta - Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan acara tahunan obral diskon Semarang Great Sale (Semargres) tahun ini mencatatkan sejumlah peningkatan. Pada Semargres 2019 ini terdapat peningkatan dari total transaksi mencapai Rp 128 miliar, meningkat Rp 28 miliar dari tahun sebelumnya.

"Kami berterima kasih dan mengapresiasi komitmen bergerak bersama dari kawan-kawan pengusaha yang telah serius menyukseskan Semargres ini untuk semakin mengenalkan Kota Semarang dan menarik banyak wisatawan untuk berwisata dan bertransaksi di kota kita," ujar Hendi, dalam keterangan tertulis, Kamis (15/8/2019).

Selain itu, peningkatan yang sama terjadi pada jumlah peserta yang bergabung dalam Semargres tahun 2019 yang mencapai 1.770 tenant. Hal tersebut disampaikannya usai menyerahkan secara simbolis 2 unit hadiah utama mobil kepada Endang Putri dan Tri Harti. Selain hadiah utama, juga diserahkan 15 unit motor, tabungan senilai Rp 2,5 juta serta tiket pesawat terbang.



Diawali pada tahun 2011, lanjut Hendi, mulanya Semargres didominasi peran pemerintah dengan menggandeng swasta dan pengusaha. Namun, empat tahun terakhir event Semargres sudah benar-benar didominasi dan dikembangkan oleh kawan-kawan pengusaha serta swasta. Hal lain yang menarik dari penyelenggaraan Semargres 2019 adalah adanya transaksi cashless serta paperless dengan adanya aplikasi serta e-kupon.

Hal ini sejalan dengan semangat pengelolaan sampah yang sedang gencar disuarakannya. Terakhir, Hendi telah menandatangani Perwal Nomor 27 Tahun 2019 tentang Pengendalian Penggunaan Plastik. Peraturan tersebut melarang sejumlah pelaku usaha seperti hotel, restoran, toko modern untuk menyediakan plastik seperti stirofoam, sedotan plastik, kantong plastik dan menggantinya dengan alternatif yang ramah lingkungan.

"Menurut catatan, Indonesia adalah negara penghasil sampah plastik terbesar kedua setelah China. Karenanya, masalah plastik ini menjadi sangat urgent dan harus kita sikapi secara serius bersama-sama," tegas Hendi.

Hendi menambahkan, plastik berbeda dengan sampah lain, karena membutuhkan waktu lama hingga puluhan sampai ratusan tahun untuk terurai kembali. Karenanya, Hendi juga menginisiasi dan menggalakkan berbagai sumber alternatif pengganti plastik seperti pada pembagian hewan kurban kemarin. Ia menginstruksikan penggunaan daun jati dan besek sebagai alternatif pengganti plastik.



Sejumlah ide dan inovasi juga mulai direncanakan dan banyak dilakukan seperti tukar plastik dengan kopi, tumbler, makan gratis, hingga transportasi publik gratis. Sejumlah bank sampah juga telah banyak melakukan pengolahan sampah menjadi tas, handicraft bahkan pola tukar sampah menjadi uang tabungan.

Selain itu, Pemkot Semarang secara serius juga telah menyiapkan proses lelang Pengolah Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) yang nantinya akan mengolah habis sampah-sampah di TPA Jatibarang menjadi energi listrik. Berbagai sampah baik organik maupun anorganik akan diolah oleh mesin sehingga menggerakkan turbin dan menghasilkan energi listrik. Ditargetkan proyek akan selesai dalam 2 tahun mendatang sehingga Kota Semarang akan berkontribusi langsung dalam penanganan sampah.
(akn/mpr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com