detikNews
Kamis 15 Agustus 2019, 21:45 WIB

PPP Kenang Mbah Moen: Beliau Orang Tua, Guru, dan Teladan Kita Semua

Zakia Liland Fajriani - detikNews
PPP Kenang Mbah Moen: Beliau Orang Tua, Guru, dan Teladan Kita Semua Plt Ketum PPP Suharso Monoarfa mengenang sosok Mbah Moen (Zakia/detikcom)
Jakarta - PPP menggelar doa bersama atas wafatnya Ketua Majelis Syariah DPP PPP KH Maimun Zubair atau Mbah Moen. Plt Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa mengenang Mbah Moen sebagai panutan.

"Kita berkesempatan bersama-sama kumpul di sini untuk mengenal almarhum. Orang tua kita semua, guru kita semua, teladan kita semua. Tentu kita semua merasa kehilangan beliau. Semua memiliki ceritanya masing-masing dan saya mengakui semua itu adalah sebuah yang indah," kata Suharso di kantor DPP PPP, Jl Pangeran Diponegoro, Jakarta Pusat, Kamis (15/8/2019).

Secara khusus, Suharso ingat saat Mbah Moen datang ke kantor DPP PPP beberapa waktu lalu. Saat itu Suharso ditunjuk menjadi Plt partai berlambang Kakbah ini setelah Romahurmuziy (Rommy) selaku ketum definitif ditetapkan sebagai tersangka KPK.


"Mungkin saya adalah Plt ketua umum yang menerima dari ulama besar. Mbah Maimun, berat sekali buat saya kalau mengenang beliau. Dan mengingatkan kata-kata, karena beliau di ruang ini, kami masih baru beberapa waktu yang lalu. 'Tidak boleh mundur, tidak mundur, Mas Suharso.' Saya menerimanya langsung dari tangan beliau," kenangnya.

"Sebuah kehormatan yang luar biasa buat saya, saya tidak pernah bermimpi untuk itu. Tidak sama sekali tidak. Tapi saat itu kita semua ingin bagaimana menyelamatkan partai ini. Itu salah satu contoh dalam perjalanan hidup saya dan beliau," sambung Suharso.

Suharso juga menyesal saat tak sempat berbicara lewat telepon dengan Mbah Moen sebelum Mustasyar (Dewan Penasihat) PBNU ini berangkat ke Tanah Suci untuk menjalankan ibadah haji. Dia mengatakan sangat menghormati Mbah Moen yang dikenalnya tak pernah membuat pernyataan berupa penyangkalan atau penolakan.


"Pencapaian beliau itu adalah pencapaian kumulatif. Bukan sebuah pencapaian yang tidak mudah, bukan pencapaian yang seketika. Tapi pencapaian yang luar biasa dengan sebuah kesabaran dengan semua perjalanan yang amat panjang. Karenanya, marilah kita ikuti, kita teladani apa yang telah beliau wariskan kepada semua. Setahu saya, beliau itu sangat sulit untuk mengatakan tidak atau jangan. Nggak boleh, tidak. Semuanya baik-baik saja. Semua ajaran yang luar biasa buat saya sampai hari ini," ungkapnya.

Suharso juga melihat Mbah Moen sebagai teladan di partainya. Menurutnya, Mbah Moen telah banyak menyampaikan pelajaran kebangsaan.

"Dalam sambutan beliau melalui video pada waktu pembukaan mukernas yang lalu, sekali lagi beliau mengingatkan bahwa partai ini harus menegakkan amar makruf nahi munkar, harus ada manfaatnya untuk bangsa, negara dan agama. Bahkan beliau mengatakan juga untuk para pendukung agama-agama lain. Itu luar biasa, suatu pelajaran kebangsaan yang tentu bisa kita sampaikan pada siapa pun anak bangsa, bahwa adalah benar kalau beliau bukan hanya milik partai persatuan pembangunan tetapi milik bangsa Indonesia," kata dia.
(jbr/idh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com