detikNews
Rabu 14 Agustus 2019, 22:01 WIB

Dinkes Bekasi Pastikan Klinik Aborsi Tambun dan Tenaga Medisnya Tak Berizin

Isal Mawardi - detikNews
Dinkes Bekasi Pastikan Klinik Aborsi Tambun dan Tenaga Medisnya Tak Berizin Foto: dok. istimewa
Bekasi - Klinik Aditama Medika 2 digerebek polisi karena melakukan praktik aborsi. Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi menelusuri obat-obatan di klinik tersebut.

"Kliniknya sendiri juga tidak terdaftar di kita (Dinkes), jadi memang kita tidak tahu dari mana obat-obatan itu," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, Sri Enny Mainarti, saat dihubungi detikcom, Rabu (14/8/2019).

Enny mengatakan sejumlah obat-obatan anestesi ditemukan polisi saat penggeledahan Klinik Aditama Medika 2, Rabu (7/8/2019). Namun ia tak mengamati secara jelas.

"Obat anestesi sama obatnya golongannya nggak saya baca kemarin. Obatnya itu ampulnya tidak terlalu terlihat jelas," ujar Sri.

Sri menyebut izin Klinik Aditama Medika 2 kedaluwarsa. Pemilik, Al, memiliki izin untuk klinik dengan nama lain di tempat yang lain. Namun kemudian pemilik memindahkan tempat praktik ke lokasi dengan nama lain.

"Kalau kliniknya itu punya izinnya itu di tempat lain. Taman Raya (Tambun), namanya pakai Aditama Medika. Kalau saya baca Juni 2014 berakhir Juni 2019. Tapi dia sendiri memindahkan klinik itu ke Kampung Siluman ini (Klinik Aditama Medika 2). Sudah di-support-lah supaya baik-baik perizinannya. Tapi yang bersangkutan pernah datang ke puskesmas, cuma berkas itu nggak lengkap kan harus ada IMB-nya, harus ada surat izin praktiknya nggak lengkap," ujar Sri.

"Iya kedaluwarsa (izinnya). Kesalahannya itu izinnya klinik itu tidak ada di tempat yang semestinya," lanjutnya.



Sri mengaku baru mengetahui adanya praktik aborsi di Klinik Aditama Medika 2 dari pihak kepolisian. Sri menyebut perawat hingga bidannya tidak memiliki izin praktik.

"Nggak ada semua. Sudah saya kasih peringatan, jadi semuanya belum ada surat izin praktik," ujar Sri.

Sebelumnya diberitakan, sebuah klinik di Jalan Pendidikan, Kampung Siluman, Desa Mangunjaya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, digerebek polisi. Klinik bernama Aditama Medika 2 tersebut membuka praktik aborsi ilegal.

Kasus ini terungkap setelah polisi mendapatkan informasi adanya praktik aborsi di klinik pratama tersebut. Tim Buser Polsek Tambun kemudian melakukan penyelidikan hingga dilakukan penggerebekan pada Rabu, 7 Agustus 2019.

Kelima pelaku yang diamankan adalah Al (50) selaku pemilik klinik, MPN (25) selaku pekerja di klinik, serta perempuan berinisial HM (25) dan pasangannya, WS (40), yang meminta aborsi di tempat tersebut, serta Y (33) perantara HM dan klinik Aditama Medika 2.


(mea/mea)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com