detikNews
Rabu 14 Agustus 2019, 18:00 WIB

Warga di Bantaran Perlebar Lahan ke Kali Ciliwung, Penduduk Sekitar Resah

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Warga di Bantaran Perlebar Lahan ke Kali Ciliwung, Penduduk Sekitar Resah Rumah warga di bantaran Kali Ciliwung. (Rolando/detikcom)
Jakarta -

Kondisi Kali Ciliwung yang melintasi Jalan Manggarai Selatan, Tebet, Jakarta Selatan, membuat resah warga sekitar. Pasalnya, warga yang tinggal di pinggir kali tersebut memperlebar lahannya menggunakan tumpukan karung berisi batu.

Christian, yang tinggal di RT 12 RW 1, Kelurahan Bukit Duri, Kecamatan Tebet, Jaksel, mengaku resah atas ulah warga di bantaran Kali Ciliwung itu. Christian, yang kebetulan tinggal tepat di seberang hunian warga di bantaran kali itu, menyebut tumpukan batu mempersempit ruang aliran air kali sehingga menyebabkan sebagian tanah tergerus.

"Iyalah (resah), gara-gara itu habis semua (tanah) ke sini semua, sampai sana, habis semua geroak. Karena air larinya arahnya dari sana (Bogor) lurus hantam ke sini, karena sini sudah nggak bisa, kalau banjir ke sini dulu, baru ke sana," ujar Christian (65) ketika ditemui di rumahnya, Jalan Manggarai Selatan I, Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (14/8/2019).

Rumah warga di bantaran Kali Ciliwung.Rumah warga di bantaran Kali Ciliwung. (Rolando/detikcom)



Kawasan rumah tinggal Christian berada lebih tinggi dibanding hunian warga di bantaran Kali Ciliwung. Jadi tumpukan batu dan karung di rumah bantaran Kali Ciliwung itu terlihat jelas.

Christian mengatakan warga yang menumpuk batu dan karung untuk memperlebar lahan itu berada di wilayah Kebon Pala, Jatinegara. Warga tersebut menumpuk karung dan sampah untuk membangun bangunan baru dan rumah.

"Itu lihat sampahnya sudah banyak lagi, nanti tahu-tahu ada bangunan lagi, bikin bangunan lagi. Kalau sampah di sini karena bekas longsor, ditumpuk sampah, kalau nggak gitu, habis (tanahnya)," kata Christian.

Christian mengaku tanah yang tergerus akibat aliran air menyebabkan sebagian tanah di rumahnya sempat mengalami longsor. Menurut penuturannya, tumpukan batu dan karung di lahan di hunian bantaran Kali Ciliwung muncul yang kemudian dibuat bangunan baru.

"Mungkin wilayahnya sama bisa kita keluhkan, tapi wilayahnya lain. Itu bangunan baru semua (di seberang). Coba saja lihat mulai dari nggak tahu dari mana, tahu-tahu bangun lagi, dari bambu dulu, sudah jadi rumah," tambah Christian.

"Kenyataan yang lalu semua begitu, itu kan yang itu tadinya nggak ada itu (tumpukan karung), bukannya kita tidak tahu, tapi kenyataannya begitu. Awalnya begitu sedikit, sampah," tuturnya.

Christian berharap ada langkah nyata dari pemerintah untuk membeton bantaran Kali Ciliwung di sekitar rumahnya. Paling tidak, lanjut dia, bantaran Kali Ciliwung dikembalikan seperti dulu, yakni ditanami pepohonan.

ChristianChristian (Rolando/detikcom)

"Harapannya ya mau bilang gimana? Itu sih bagus rencana yang dulu itu dibikin (beton), rencana yang dari Ahok itu kan diituin semua. Ya dibeton itu bagusnya, artinya yang di pinggir kali dikembalikan seperti yang dulu. Ini tadinya di sini ada pohon bambu ada 5 meter ke sana (ke arah kali)," ungkapnya.


(idn/hri)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com