ADVERTISEMENT
detikNews
Rabu 14 Agustus 2019, 13:35 WIB

Markus Nari Didakwa Korupsi USD 1,4 Juta dari Proyek e-KTP

Faiq Hidayat - detikNews
Markus Nari Didakwa Korupsi USD 1,4 Juta dari Proyek e-KTP Mantan anggota DPR Markus Nari didakwa memperkaya diri sendiri USD 1.400.000 dari proyek e-KTP./Foto: Faiq Hidayat-detikcom
Jakarta - Mantan anggota DPR Markus Nari didakwa memperkaya diri sendiri USD 1.400.000 dari proyek e-KTP. Perbuatan Markus Nari juga memperkaya orang lain dan korporasi.

"Melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri, atau orang lain, atau suatu korporasi yaitu memperkaya terdakwa sebesar USD 1.400.000," kata jaksa KPK Ahmad Burhanudin saat membacakan surat dakwaan dalam sidang di Pengadilan Tipikor, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta, Rabu (14/8/2019).

Jaksa juga menyebut orang lain dan korporasi yang diuntungkan atas perbuatan Markus Nari. Berikut daftar yang diuntungkan tersebut:

1. Setya Novanto USD 7,3 juta
2. Irman sebesar Rp 2.371.250.000, USD 877.700, dan SGD 6.000.
3. Sugiharto USD 3.473.830.
4. Andi Agustinus alias Andi Narogong USD 2.500.000 dan Rp 1.186.000.000.
5. Gamawan Fauzi Rp 50.000.000 dan 1 unit Ruko di Grand Wijaya dan sebidang tanah di Jalan Brawijaya III melalui Asmin Aulia.
6. Diah Anggraeni USD 500.000 dan Rp 22.500.000.
7. Drajat Wisnu Setyawan USD 40.000 dan Rp 25.000.000.
8. Miryam S Haryani USD 1.200.000.
9. Ade Komarudin USD 100.000.
10. M Jafar Hafsah USD 100.000.
11. Husni Fahmi USD 20.000 dan Rp 10.000.000.
12. Tri Sampurno Rp 2.000.000.
13. Beberapa anggota DPR RI periode 2009-2014 USD 12.856.000 dan Rp 44.000.000.000.
14. Abraham Mose, Agus Iswanto, Andra Agusalam, dan Darma Mapangara selaku Direksi PT LEN Industri masing-masing Rp 1.000.000.000 serta untuk kepentingan gatheringdan SBU masing-masing Rp 1.000.000.000.
15. Wahyudin Bagenda selaku Direktur Utama PT LEN Industri Rp 2.000.000.000.
16. Johannes Marliem sejumlah USD 14.880.000 dan Rp 25.242.546.892.
17. Beberapa anggota Tim Fatmawati, yakni Jimmy Iskandar Tedjasusila alias Bobby, Eko Purwoko, Andi Noor, Wahyu Supriyantono, Setyo Dwi Suhartanto, Benny Akhir, Dudy Susanto, dan Mudji Rachmat Kurniawan, masing-masing Rp 60.000.000.
18. Mahmud Toha Rp 3.000.000.
19. Manajemen Bersama Konsorsium PNRI Rp 137.989.835.260.
20. Perum PNRI Rp 107.710.849.102.
21. PT Sandipala Artha Putra Rp 145.851.156.022.
22. PT Mega Lestari Unggul yang merupakan holding company PT Sandipala Artha Putra Rp 148.863.947.122.
23. PT LEN Industri Rp 3.415.470.749.
24. PT Sucofindo Rp 8.231.289.362.
25. PT Quadra Solution Rp 79.000.000.000.
26. Anggota panitia pengadaan barang/jasa sebanyak 6 orang masing-masing Rp 10.000.000.

Akibatnya, negara mengalami kerugian Rp 2,3 miliar dari perbuatan Markus Nari.




Jaksa mengatakan, perbuatan Markus Nari selaku anggota Badan Anggaran ikut membahas pengusulan anggaran proyek e-KTP sebesar Rp 1,045 triliun. Kemudian Markus Nari menemui pejabat Kemendagri Irman selaku Dirjen Dukcapil saat itu dengan meminta fee proyek e-KTP sebesar Rp 5 miliar.

Atas permintaan itu, jaksa menyebut Irman memanggil Sugiharto selaku pejabat pembuat komitmen saat itu untuk memberikan uang kepada Markus Nari. Sugihato meminta uang kepada Dirut PT Quadra Solution Anang Sugiana dan diseranhkan USD 400.00 ribu.

"Terdakwa mengikuti raker Komisi II DPR dengan Kemendagri menyetujui pengusulan kembali anggaran proyek e-KTP Rp 1,045 triliun, namun ternyata belum dialokasikan pada RAPBN Tahun Anggaran 2012. Oleh karena terdakwa menerima fee proyek e-KTP USD 1.400.000 , terdakwa menyetujui usulan tersebut," kata jaksa.

Atas perbuatan itu, Markus didakwa bersalah melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 UU Tipikor juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.




Tonton video saat KPK Jilid IV akan Berakhir, Kasus BLBI dan e-KTP Siap Diwariskan:

[Gambas:Video 20detik]


(fai/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed