detikNews
Rabu 14 Agustus 2019, 10:55 WIB

Wagub Bali Dorong Penertiban Turis Nakal di Pulau Dewata

Aditya Mardiastuti - detikNews
Wagub Bali Dorong Penertiban Turis Nakal di Pulau Dewata ILUSTRASI/Foto: Dok. Dispar Klungkung
Denpasar - Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace) ikut mendorong penertiban turis-turis asing yang bikin ulah di Pulau Dewata. Cok Ace menyebut kedatangan para turis berulah itu juga karenanya bebas visa hingga persaingan usaha.

"Ya ada tidak ada kerjaan lain penertiban ya. Ini merupakan dampak fenomena global di mana-mana terjadi tapi kebetulan di Bali, kemudahan karena masalah visa itu juga, kemudian masalah persaingan usaha di Bali sehingga memberikan peluang bagi mereka datang, katakanlah yang tidak beretika. Nanti ditertibkan," kata Cok Ace usai apel HUT Provinsi Bali di Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar, Bali, Rabu (14/8/2019).

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali itu juga mengatakan para turis yang berulah itu tak bisa digeneralisir. Berkaca dari kasus turis Ceko yang melecehkan pura, dia menyarankan penanggungjawab pura untuk mengunci tempat-tempat suci bila tak ada penjaganya.





"Kita memang harus memilah-milah ada yang kesengajaan, ada yang tidak sengaja, seperti kejadian di Monkey Forest, dia minta maaf ada upacara itu sudah bagus. Memang untuk daerah-daerah yang kita sakralkan dan sucikan di sisi lain ada pengumuman, tempatnya terbuka, terisolir ini mendorong mereka untuk melakukan perbuatan-perbuatan naik ke pelinggih, memang daerah yang belum siap tidak ada yang belum siap menjaga puranya, mohon maaf dikunci saja, untuk menjaga kegiatan-menjaga atau pelecehan-pelecehan," urainya.

Mudahnya para turis masuk ke Bali menjadi salah satu pemicu banyaknya kasus yang melibatkan warga asing. Cok Ace mengatakan persaingan usaha para penyedia jasa travel juga menarik para turis yang tidak berkualitas datang ke Bali.

"Ya salah satu, namanya mudah memberikan ruang orang mudah masuk, saya tidak menggeneralisir itu ada. Kemudian harga yang murah, ini yang mendorong siapa saja bisa masuk, bahkan di berita-berita penipuan, kriminal-kriminal pada masuk, sehingga Bali yang kecil itu bisa dikunjungi turis yang tidak berkualitas," tuturnya.

Cok Ace mengatakan saat ini prioritas Bali adalah menjadi destinasi pariwisata yang berkualitas. Oleh karenanya secara bertahap akan ada pembangunan yang dilakukan di Pulau Dewata untuk mendukung pariwisata ini.

"Kalau kita bisa bicara masalah quality tourism, tentu kita mulai dari kita juga bagaimana kita menyajikan quality destination ini yang pak gubernur sedang perbaiki infrastruktur, penertiban-penertiban, obyek-obyek dan sebagainya," ujar Cok Ace.





Cok Ace tak mempermasalahkan jika nanti imbas dari pembangunan itu bakal berdampak pada meningkatnya harga-harga di Bali. Dia optimistis dengan cara itu pariwisata Bali akan makin berkualitas.

"Meskipun nanti berdampak pada meningkatnya atau naiknya harga di Bali tidak apa-apa tapi nanti hanya wisatawan-wisatawan yang berkemampuan cukuplah yg datang ke Bali. Kita tidak ingin Bali dijual murah," ucap Cok Ace.

"Guide-guide liar, yang kurang baik kita tertibkan," tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, para turis asing banyak yang buat onar saat berada di Bali. Bukannya berlibur mereka malah berbuat kriminal seperti Nicolas Carr, turis Australia yang kini berstatus tersangka karena nekat melakukan tendangan terbang bak kungfu hingga menabrakkan diri ke kendaraan yang melintas di Jl Sunset Road, Seminyak, Kuta.





Selain itu ada juga pasangan turis Ceko Zdenek Slouka- Sabina Dolezalova yang diduga melecehkan pura di Bali. Keduanya menggunakan tirta suci dari pelinggih di pura untuk membersihkan bagian bokong.

Setelah ramai dibahas di media sosial, keduanya menyampaikan permohonan maaf dan mengaku tidak tahu terkait keberadaan tirta suci.




Video saat Bule Panjat Tempat Pemujaan Hebohkan Kuta, Satpol PP Turun Tangan:

[Gambas:Video 20detik]


(ams/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com