detikNews
2019/08/14 07:02:00 WIB

Round-Up

9 Angkatan Tersangka e-KTP: Dari Irman, Novanto hingga Tannos

Tim detikcom - detikNews
Halaman 1 dari 3
9 Angkatan Tersangka e-KTP: Dari Irman, Novanto hingga Tannos Foto: Ilustrasi: Edi Wahyono
Jakarta - KPK kembali menetapkan empat orang tersangka baru kasus dugaan korupsi proyek e-KTP. Hingga kini, ada 14 orang yang telah diproses KPK menjadi tersangka kasus dugaan korupsi proyek e-KTP dari sembilan angkatan.

Empat tersangka baru yang ditetapkan KPK itu ialah eks Anggota DPR dari Fraksi Hanura Miryam S Haryani, Direktur Utama Perum Percetakan Negara RI dan Ketua Konsorsium PNRI Isnu Edhi Wijaya, Direktur Utama PT Sandipala Arthaputra Paulus Tannos serta Ketua Tim Teknis Teknologi Informasi Penerapan e-KTP Husni Fahmi.

"Sampai saat ini total KPK telah memproses 14 orang dalam perkara dugaan korupsi pengadaan KTP Elektronik ini dan perkara terkait, yaitu obstruction of justice dan kesaksian palsu," kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang dalam konferensi pers di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (13/8/2019).



Keempatnya dijerat melanggar Pasal 2 ayat 1 atau Pasal 3 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP. Namun, keempatnya diduga memiliki peran masing-masing dalam rangkaian kasus ini.

Keempat orang ini merupakan tersangka angkatan kesembilan yang diproses KPK. Berikut deretan lengkap tersangka per-angkatan:

Sugiharto dan IrmanSugiharto dan Irman (Foto: Agung Pambudhy-detikcom)

Angkatan pertama

Mantan Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri Irman dan eks Direktur Pengelolaan Informasi Adminduk Kemendagri Sugiharto jadi yang pertama kali dijerat KPK pada September 2016. Kini, keduanya sudah divonis bersalah melakukan korupsi terkait proyek e-KTP.

Irman dihukum 15 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider 8 bulan kurungan dan pidana tambahan uang pengganti USD 500 ribu dan Rp 1 miliar. Sementara, Sugiharto dihukum 15 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider 8 bulan kurungan dan pidana tambahan uang pengganti USD 450 ribu dan Rp 460 juta.

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com