ADVERTISEMENT
detikNews
2019/08/14 06:00:09 WIB

Round-Up

Penyebab Kematian Paskibraka Ditemukan, Penelusuran Polisi Dihentikan

Adhi Indra Prasetya - detikNews
Halaman 1 dari 2
Penyebab Kematian Paskibraka Ditemukan, Penelusuran Polisi Dihentikan Foto: Suasana rumah duka Aurel (Dok. KPAI)
Tangerang Selatan - Teka-teki soal penyebab kematian calon anggota Paskibraka Tangerang Selatan, Aurellia Qurata Aini (16) akhirnya terungkap. Polisi pun menghentikan proses penelusuran kasus ini. Kasus ini ditutup.

Sebagaimana diketahui, Aurel meninggal pada Kamis (1/8) lalu. Sebelum meninggal, ia sempat curhat soal pelatihan saat pembekalan anggota Paskibraka kepada ibunda, Wahyuniarti.

Wahyuniarti mengatakan anaknya sempat mengeluh soal latihan Paskibraka yang berat. Salah satunya soal kegiatan push-up dengan tangan dikepal sehingga mengakibatkan lebam.


Orang tua tak ingin membawa kasus ini ke jalur hukum. Keluarga berharap kematian Aurel ini menjadi evaluasi dalam sistem pembekalan Paskibraka ke depan.

"Sekali lagi karena dari awal kita tidak ingin melakukan menempuh jalur hukum, apalagi untuk masuk lagi ke ranah autopsi. Kita juga kan nggak mungkin mau menyakiti lagi jasad anak kami. Kami berusaha untuk ikhlas meski berat. Tapi kita ada catatan-catatan yang harus diubah di sistem pelatihan yang harus mereka lakukan," ujar ayahanda Aurel, Faried Abdurrahman, di rumah duka, Jalan Singosari Raya, Perumahan Taman Royal 2, Cipondoh, Tangerang, Jumat (2/8).

Menanggapi kematian Aurel, Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Tangerang Selatan menyebut pelatihan sudah sesuai standar dan prosedur serta adanya pendampingan pelatih baris berbaris dari TNI, dan Dispora. Untuk push up, merupakan hukuman bagi peserta yang melakukan kesalahan, namun tidak dilakukan setiap hari.


Kendati tak dilaporkan, kasus ini mendapat sorotan dari sejumlah pihak. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Komisi X DPR hingga tokoh pemerhati anak Seto Mulyadi atau Kak Seto. Bahkan Wali Kota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany sampai meminta maaf langsung ke Wahyuniarti.

Polisi pun bergerak untuk menyelidiki penyebab kematian Aurel. Penyidik Polres Metro Tangerang Selatan bahkan sampai menyelidiki buku harian milik Aurel. Pasalnya, sebelum meninggal, Aurellia terlihat terjatuh di dapur di rumahnya saat sedang ingin menulis buku hariannya.


Selain itu, polisi juga telah memeriksa pelatih, teman, dan keluarga korban, yang totalnya sampai 30 saksi. Polisi pun akhirnya menemukan beberapa fakta.

Berdasarkan pemeriksaan, polisi menyimpulkan tidak ada kekerasan fisik dalam kematian calon Paskibraka Tangerang Selatan, Aurellia Qurata Aini. Polisi menduga Aurel meninggal lantaran sakit saat mengikuti rangkaian pelatihan paskibraka.

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed