detikNews
Selasa 13 Agustus 2019, 18:43 WIB

Polisi: Paskibraka Tangsel Meninggal karena Sakit Akibat Akumulasi Pelatihan

Adhi Indra Prasetya - detikNews
Polisi: Paskibraka Tangsel Meninggal karena Sakit Akibat Akumulasi Pelatihan Foto: Ilustrasi (Grandyos Zafna)
Tangerang Selatan - Polisi menyimpulkan tidak ada kekerasan fisik dalam kematian calon Paskibraka Tangerang Selatan, Aurellia Qurata Aini. Polisi menduga Aurel meninggal karena sakit lantaran mengikuti rangkaian pelatihan paskibraka.

"Belum ditemukan penyebab pastinya, tapi berdasarkan keterangan orang tua korban maupun dari hasil keterangan dokter yang memeriksa. Penyebab pastinya kemungkinan besar karena sakit akibat akumulasi kegiatan yang bersangkutan dalam menghadapi pelatihan Paskibra ini," jelas Kapolres Tangsel AKBP Ferdi Irawan saat jumpa pers di Mapolres Tangsel, Jalan Promoter, Serpong, Tangsel, Selasa (13/8/2019).

Ferdi menilai Aurellia sangat bersemangat mengikuti pelatihan paskibraka sehingga tidak merasakan kondisi fisiknya.

"Tapi karena semangat korban untuk melakukan kegiatan, hal tersebut tidak dirasa dan tidak mau disampaikan kepada orang tuanya. Akumulasi inilah yang kemudian menyebabkan pada hari kejadian yang bersangkutan terjatuh dan meninggal dunia," sambungnya.

Sementara polisi juga tidak bisa mendalami penyebab kematian korban dari keterangan rumah sakit. Sebab, korban datang ke rumah sakit dalam kondisi sudah meninggal dunia, sementara orang tua juga menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah korban.

"Pada saat almarhumah datang ke rumah sakit, itu sudah dalam kondisi meninggal dunia. Kalau mau tahu penyebab pastinya, idealnya memang harus dilakukan autopsi, tapi ada permintaan khusus dari orang tua Aurel, jangan dilakukan autopsi. Kami mengakomodir langkah tersebut karena belum melihat ada faktor pendukung bahwa ada kekerasan terhadap Aurel. Saat dimandikan tidak ada bekas penganiayaan atau kekerasan, dokter yang memeriksa juga menyatakan tidak ada bekas penganiayaan, sehingga permintaan keluarga kita akomodir," paparnya.

Sebelum meninggal, Aurellia sempat curhat kepada orang tuanya soal pelatihan paskibraka. Salah satunya sikap push-up dengan tangan dikepal dan makan kulit jeruk.

"Terkait makan kulit jeruk, kita belum temukan saksi yang mengatakan seperti itu. Terkait sikap push-up mengepal, bukan berarti bahwa sikap push-up mengepal itu yang mengakibatkan almarhumah meninggal," ungkapnya.



Ferdi menegaskan bahwa pola-pola pelatihan yang diterapkan oleh pelatih PPI bukan yang menyebabkan kematian korban. Pelatihan tersebut lebih untuk peningkatan fisik dan mental calon paskibraka.

"Jadi pola disiplin seperti disuruh berlari, dan lain lain itu pola pembinaan PPI kepada para calon paskibra untuk meningkatkan fisik dan mental," imbuhnya.

Jika kemudian pelatihan ini menjadi persoalan, Ferdi menilai perlu adanya evaluasi. Namun dia tegaskan kembali, pembinaan disiplin dari pelatih bukan penyebab kematian korban.

"Kalau hal itu boleh atau tidak, mungkin itulah yang harus kita evaluasi. Perlu saya tegaskan bahwa meninggalnya Aurel bukan karena dia diberi pembinaan disiplin berupa push up mengepal, lari, ataupun yang lainnya," tuturnya.

Terkait pola pelatihan paskibraka yang dirasakan memberatkan para peserta, Ferdi menyebut pihak Pemkot Tangsel akan melakukan evaluasi dan perbaikan-perbaikan.

"Terhadap pola-pola pelatihan untuk meningkatkan disiplin yang mungkin dirasa memberatkan anggota paskibra, ke depannya sudah ada komitmen dari Wali Kota maupun para pelatih untuk diperbaiki dan disempurnakan kembali sehingga diharapkan jangan sampai ada terjadi beban yang terlalu berlebihan bagi para peserta pelatihan paskibra, secara psikis maupun fisik," sambungnya.





Tonton Video KPAI Ungkap Paskibra AQ Meninggal Diduga Kekerasan Senior:

[Gambas:Video 20detik]


(mei/fjp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com