detikNews
Senin 12 Agustus 2019, 18:33 WIB

Pasangan Ceko yang Berulah di Monkey Forest Akan Upacara Adat Minta Maaf

Aditya Mardiastuti - detikNews
Pasangan Ceko yang Berulah di Monkey Forest Akan Upacara Adat Minta Maaf Pasangan bule dari Ceko yang melecehkan pura di kawasan Monkey Forest Ubud, Bali, meminta maaf. (Foto: Istimewa)
Denpasar - Pasangan bule dari Ceko (sebelumnya disebut dari Rusia) yang melecehkan pura di kawasan Monkey Forest Ubud, Bali, meminta maaf secara terbuka di hadapan bendesa adat hingga polisi. Pasangan bule itu dimaafkan dan diminta melaksanakan upacara untuk meminta maaf.

Pertemuan digelar pada Minggu (11/8/2019) pukul 23.00 Wita di Kantor LPD Desa Adat Padangtega, Ubud, Gianyar. Pertemuan dihadiri para prajuru (pengurus) adat, dan semua anggota Kerta Desa Padang Tegal hingga perwakilan Konsulat Ceko Ni Nyoman Sri Darmayanti maupun polisi.

"Dalam pertemuan tersebut kedua orang asing (Zdenek Slouka dan Sabina Dolezalova) yang diduga telah melakukan pelecehan tempat suci di kawasan Monkey Forest Ubud di hadapan seluruh Prajuru Adat Padangtegal telah menyampaikan permintaan maaf dan tidak ada maksud untuk melecehkan pura yang berada di Kawasan Monkey Forest Ubud tersebut karena dirinya tidak mengetahui/tidak tahu bahwa tempat tersebut merupakan tempat suci dan dirinya akan mengklarifikasi video yang sempat viral di medsos (IG) melalui perkataan permintaan maaf kepada Prajuru Adat Padangtegal dan seluruh masyarakat," kata Kapolsek Ubud Kompol I Nyoman Nuryana ketika dimintai konfirmasi, Senin (12/8).


Nuryana mengatakan permintaan maaf itu diterima bendesa adat Padangtegal I Made Gandra. Permintaan maaf secara terbuka, Zdenek Slouka dan Sabina Dolezalova, itu pun diterima.

"Prajuru Adat Padangtegal maupun warga Padangtegal menerima permintaan maaf dari kedua orang asing tersebut dan dari pihak Desa adat Padangtegal tidak akan mempermasalahkan di mana permasalahan sudah dianggap selesai dengan dikuatkan surat pernyataan damai bersama," jelasnya.

Nuryana mengatakan, meski permintaan maaf diterima, kedua turis Ceko itu diwajibkan menggelar upacara adat Guru Piduka. Upacara ini digelar sebagai bentuk permintaan maaf kepada Tuhan.

"Pada tanggal 15 Agustus 2019, pukul 12.00 Wita, Desa Adat Padangtegal akan melaksanakan upacara Guru Piduka yang dihadiri oleh para juru serta masyarakat dan pihak orang asing tersebut," jelasnya.

Terpisah, senator DPD Bali, I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa, sudah mendengar klarifikasi dari kedua pasangan asal Ceko itu. Dia mengapresiasi desa adat terkait penyelesaian masalah ini.

"Kami telah mendengar klarifikasi dari kedua turis yang diduga melakukan pelecehan di pura simbol agama Hindu dan telah diselesaikan dengan sangat baik sekali oleh pihak desa adat. Keputusannya mereka harus terlibat upacara mecaru dan guru piduka yang akan diselenggaran purnama besok tanggal 15 Agustus, dan secara aturan semua tupoksi sesuai undang-undang dan aturan akan dilaksanakan," ujar Arya Wedakarna.

Dia berharap kasus ini bisa menjadi pelajaran bagi semua pihak. Diharapkan para turis asing yang berlibur ke Bali maupun Indonesia bisa menghormati adat dan budaya yang ada.

"Semoga dengan kejadian ini tidak ada lagi hal-hal serupa yang terjadi yang menodai pariwisata Indonesia dan Bali. Mudah-mudahan ini jadi pembelajaran bagi kita semuanya," harap Arya.

Diberitakan sebelumnya, pasangan Zdenek Slouka dan Sabina Dolezalova viral di media sosial karena diduga melecehkan pura di kawasan Monkey Forest Ubud. Keduanya menggunakan air suci yang mengucur dari pelinggih pura untuk 'cebok' atau membersihkan bagian pantat Sabina.
(fdn/fdn)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com