detikNews
Minggu 11 Agustus 2019, 16:52 WIB

Laporan Dari Mekah

Konsentrasi Jemaah Haji Indonesia Terpecah

Ardhi Suryadhi - detikNews
Konsentrasi Jemaah Haji Indonesia Terpecah Haji 2019 (Foto: Ardhi Suryadhi/detikcom)
FOKUS BERITA: Kabar Haji 2019
Mekah - Usai melaksanakan wukuf di padang Arafah dan mabit di Muzdalifah, konsentrasi jemaah haji Indonesia terpecah. Ada yang langsung ke Mina atau memilih kembali ke Masjidil Haram.

Jemaah yang langsung ke Mina merupakan rombongan haji reguler. Mereka tinggal sementara di tenda dan akan keluar tenda berjalan kaki menuju area jamarat untuk melakukan wajib haji jumrah aqabah kemudian kembali lagi ke tenda Mina.

Sedangkan mereka yang memilih kembali ke Mekah biasanya merupakan kelompok haji khusus. Pasalnya, mereka memilih untuk menuntaskan terlebih dahulu yang menjadi rukun haji.




Yakni setelah dari Arafah dan Muzdalifah lalu lanjut ke Masjidil Haram untuk menjalankan tawaf ifadha, sa'i dan tahallul awwal (mencukur rambut).

Ustaz Hamdan Rasyid, pembimbing jemaah haji khusus Maktour mengatakan, urutan ini adalah salah satu pilihan yang diberikan Rasulullah SAW, meskipun beliau sendiri dari Muzdalifah langsung menuju Mina untuk melontar jumrah aqabah.

"Namun karena status hukum tawaf ifadha dan sa'i adalah rukun haji yang harus dikerjakan oleh para jemaah, maka kami memilih untuk kembali ke Masjidil Haram dulu," ujarnya.

Sebab, ibadah haji seseorang tidak akan dinilai sah jika tidak melaksanakan tawaf ifadha dan sa'i. Adapun status hukum melontar jumrah aqabah adalah wajib yang bisa diwakilkan atau ditinggalkan dan diganti dengan membayar dam.




Tawaf ifadha sendiri harus dilaksanakan dalam keadaan sucul dari hadats kecil maupun besar. Sedangkan melontar jumrah aqabah boleh dalam keadaan hadats kecil maupun besar.

"Oleh karena itu, wanita yang khawatir akan memasuki masa haid lebih aman jika melaksanakan tawaf ifadha dan sa'i terlebih dahulu daripada melontar jumrah Aqabah," lanjut ustaz Hamdan.

Selain itu, lantaran sebagian besar jemaah haji berada di Mina untuk melontar jumrah aqabah maka Masjidil Haram relatif agak longgar sehingga jemaah bisa lebih khusyuk dan nyaman untuk menuntaskan tawaf ifadha, sa'i dan tahallul awwal.




Terkait jadwal melontar jumrah sendiri, seperti dijelaskan Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Mekah, Subhan Cholid, Indonesia masuk dalam rombongan Asia Tenggara. Dimana waktu melontar jumrah dimulai pada 10 Zulhijah, pada tanggal ini jemaah Indonesia dilarang melontar jumrah pada pukul 04.00-10.00.

Sementara pada 11 Zulhijah bisa dilakukan sepanjang hari, dan larangan melontar jumrah jemaah RI kembali berlaku pada 12 Zulhijah pukul 10.00-14.00.

"Tanggal 13 Zulhijah bebas sepanjang hari," lanjutnya saat berbincang dengan detikcom.
(ash/zak)
FOKUS BERITA: Kabar Haji 2019
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com