detikNews
Sabtu 10 Agustus 2019, 12:16 WIB

Soal Isu Enzo Allie Dikaitkan HTI, BIN: Perwira Tak Boleh Cacat Ideologi

Farih Maulana Sidik - detikNews
Soal Isu Enzo Allie Dikaitkan HTI, BIN: Perwira Tak Boleh Cacat Ideologi Juru bicara Badan Intelijen Negara (BIN) Wawan Hari Purwanto dalam diskusi polemik 'Enzo, Pemuda dan Kemerdekaan' di d'Consulate Resto & Lounge, Jakarta Pusat, Sabtu (10/8/2019). (Farih/detikcom)
Jakarta - Badan Intelijen Negara (BIN) angkat bicara mengenai isu taruna Akademi Militer (Akmil) Enzo Zenz Allie yang dikaitkan dengan organisasi terlarang HTI. BIN menegaskan seorang perwira tak boleh cacat ideologi.

"Memang selama pendidikan pun akan terus dipantau. Kalau Enzo perjalanan kan baru mulai, dari situ tentu ada penilaian-penilaian terkait ideologi. Sekarang sedang hangat dibicarakan, memang kalau dibicarakan mengandung nilai-nilai yang membahayakan karena nanti dia akan jadi seorang perwira, misalkan. Seorang perwira tak boleh cacat ideologi atau mengimani ideologi yang berbeda dengan Pancasila," kata juru bicara Badan Intelijen Negara (BIN) Wawan Hari Purwanto dalam diskusi polemik 'Enzo, Pemuda dan Kemerdekaan' di d'Consulate Resto & Lounge, Jakarta Pusat, Sabtu (10/8/2019).



Wawan menyerahkan sepenuhnya kepada pihak yang berwenang untuk melakukan verifikasi. Menurut Wawan, hal yang paling utama terkait keamanan adalah steril dari ideologi berbeda.

"Oleh karena itu, akan ada suatu langkah-langkah yang bisa diambil oleh panitia seleksi dari tubuh Akmil sendiri untuk melakukan verifikasi. Paling utama adalah bahwa cita-cita oke, tapi semua pihak harus memahami bahwa untuk aparat keamanan, kata kuncinya harus steril dari hal-hal yang ideologi yang berbeda. Ini sangat rentan maka tidak boleh main-main, apalagi ada selama ini terjadi ada aparat yang justru membelok, ada keterlibatan aparat yang akhirnya dipecat," tutur dia.



Dia menuturkan keamanan sangat berbahaya jika tidak steril karena mereka akan menimba ilmu-ilmu khusus di militer. Efeknya, menurut Wawan, tidak main-main karena akan mengancam keamanan negara.

"Ini menunjukkan bahwa begitu berbahayanya kalau kita tidak steril karena dia akan menimba ilmu-ilmu khusus, menyangkut masalah keamanan negara. Kalau ilmu-ilmu itu jatuh ke orang yang tidak steril, tentu efeknya panjang. Kita serahkan ke pihak penyelenggara yang punya otoritas, punya kewenangan. Dikondisikan seperti ini akan dihantam dengan ideologi sangat kuat," ujar dia.



Wawan lantas bicara soal ideologi bangsa Indonesia yang menghargai perbedaan. Selama proses pendidikan di TNI, seorang calon perwira akan dibina menjadi sosok yang nasionalis.

"Mental ideologi tidak bisa jadi pertaruhan, bagi yang tidak kuat banyak yang lari dari pendidikan. Kalau ada yang melanggar akan ditindak dengan berat, bahkan pemidanaan. Ini adalah contoh bahwa Indonesia negara yang plural, Bhinneka, tetap ideologinya kita kan Pancasila. Kalau tidak momentum pecahan bisa muncul. Oleh karenanya, momentum pendidikan. Pendidikan ini adalah pembentukan, membentuk watak dan jiwa nasionalis yang mempunyai tanggung jawab. Itu tidak mudah, karena ini nantinya punya tanggung jawab," sambung dia.




Tonton video Melihat Enzo Taruna Keturunan Prancis Ikut Diksar di Akmil Magelang:

[Gambas:Video 20detik]


(knv/hri)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com