detikNews
Rabu 07 Agustus 2019, 21:26 WIB

Pesantren Yakin Enzo Allie Taruna Akmil Tak Terkait Ormas Terlarang HTI

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Pesantren Yakin Enzo Allie Taruna Akmil Tak Terkait Ormas Terlarang HTI Enzo Zenz Allie (Foto: Situs TNI AD)
Serang -

Di media sosial beredar foto yang disebut merupakan figur calon prajurit taruna Akademi TNI, Enzo Zenz Allie, tengah membawa bendera hitam bertuliskan kalimat tauhid. Netizen menyatakan bendera tersebut identik dengan organisasi yang sudah dilarang di Indonesia, Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

Pesantren tempat Enzo menimba ilmu yakin santrinya itu tak terkait dengan ormas terlarang. Guru sekaligus Kepala Sekolah Pondok Pesantren Al Bayan, Deden Ramdhani, mengatakan, jika memang sosok pria dalam foto yang membawa bendera hitam adalah Enzo, santrinya itu tidak mengindikasi masuk ke ormas terlarang HTI.

"Kalau saya berpendapat itu bendera panji Rasulullah," katanya saat dihubungi detikcom dari Serang, Banten, Rabu (7/8/2019).

Pihak pesantren bisa menjamin muridnya itu seorang yang Pancasilais. Enzo menunjukkan kecintaan terhadap NKRI dengan banyak ikut kegiatan yang berkaitan dengan kenegaraan. Enzo, kata Deden, pernah mewakili berbagai ajang, seperti Olimpiade tingkat siswa, atletik, maraton, dan bahkan upacara bendera Merah Putih.

"Sangat Pancasilais, saya berani menjamin," ujarnya.

Pesantren Al Bayan sendiri selama ini bercorak ahlussunnah wal jamaah dan menerapkan kecintaan kepada NKRI. Pelajaran yang dilakukan di pesantren juga terintegrasi dengan pelajaran yang bercorak kecintaan kepada Tanah Air. Santrinya tersebut bisa dipastikan sangat mencintai NKRI.

"Saya bersama beliau (Enzo) 3 tahun di sini, Enzo benar-benar sangat cinta NKRI," tegasnya.

Sebelumnya, diberitakan bahwa Enzo ingin menjadi prajurit TNI yang saleh saat mondok di pesantren di Serang. Hal ini diungkapkannya kepada kepala sekolah saat di masjid.

Memasuki umur ke-17, Enzo juga pernah mengungkap soal keinginannya membela NKRI. Saat itu ia bimbang memilih kewarganegaraan antara Indonesia dan Prancis. Namun muridnya itu bulat tekad ingin menjadi warga negara Indonesia dan membela NKRI.

"Dia yakin menjawab ingin membela NKRI, ingin di Indonesia," kata Deden.




(bri/idn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed