detikNews
Jumat 02 Agustus 2019, 21:24 WIB

KPK Akan Bertemu KY Bahas Putusan Kasasi Syafruddin Arsyad Temenggung

Zunita Putri - detikNews
KPK Akan Bertemu KY Bahas Putusan Kasasi Syafruddin Arsyad Temenggung Saut Situmorang (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - KPK akan bertemu dengan Komisi Yudisial (KY) untuk membahas putusan kasasi Syafruddin Arsyad Temenggung. Pertemuan diselenggarakan pekan depan.

"Ya nanti kita lihat dulu, kayanya nanti akan ada pertemuan di hari Senin (5/8)," ujar Wakil Ketua KPK Saut Situmorang di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (2/8/2019).




Saut mengatakan pertemuan ini akan membahas seputar vonis Syafruddin dan terkait proses-proses persidangan. Meski begitu, Saut mengaku belum bisa menjelaskan secara mendetail.

"Seperti apa mereka melaksanakan tugasnya akan dipertanyakan. Kan macam-macam, ada beberapa pertanyaan di dalam, ada apa namanya dalam proses sebelum persidangan, itu ada proses apa saja gitu. Jadi hari Senin mungkin juga, kita kan ada pertemuan Senin," katanya.

Saut mengaku KY juga telah meminta konfirmasi data yang dimiliki terkait perkara Syafruddin. Selain itu, KY meminta data terkait sejumlah aduan masyarakat tentang kasus ini.

"Mereka (KY) cuma konfirmasi ulang dari data yang mereka terima, dari pengaduan masyarakat. Mereka menerima pengaduan juga terus kemudian konfirmasi dengan data yang kita peroleh seperti apa," jelasnya.




Saut menegaskan KPK tidak akan tinggal diam dengan putusan bebas Syafruddin. Dia mengaku akan menyiapkan upaya lain untuk menjerat Syafruddin kembali.

"Pokoknya kita tidak akan diamkan itu, kalau di pimpinan sudah ada komitmen, tapi kita bagaimana melanjutkannya masih belum ada proses, karena kita belum terima (salinan putusan Mahkamah Agung)," pungkasnya.

Seperti diketahui, Mahkamah Agung memvonis lepas Syafruddin pada tingkat kasasi karena perbuatannya dinilai bukan pidana. Namun kasasi itu tidak diputus dengan suara bulat atau ada dissenting opinion.

Syafruddin sebelumnya divonis 13 tahun penjara dan denda Rp 700 juta subsider 3 bulan kurungan pada pengadilan tingkat pertama. Dia dinyatakan bersalah dalam kasus penerbitan surat keterangan lunas BLBI, yang pada putusan tingkat pertama disebut merugikan negara Rp 4,58 triliun.
(zak/zak)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com