detikNews
Kamis 01 Agustus 2019, 17:22 WIB

Dinas LH DKI: Perbandingan Sampah Jakarta-Surabaya Tak Apple to Apple

Arief Ikhsanudin - detikNews
Dinas LH DKI: Perbandingan Sampah Jakarta-Surabaya Tak Apple to Apple Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Andono Warih (Arief Ikhsanudin/detikcom)
Jakarta - Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta merasa perbandingan antara sampah DKI Jakarta dan Surabaya tidak tepat. Jakarta, menurut Dinas LH DKI, memiliki permasalahan yang lebih kompleks daripada Surabaya.

"Karena memang nggak apple to apple ya dengan Surabaya. DKI kan provinsi, Surabaya kan kota," ucap Kepala Dinas Lingkungan Hidup Andono Warih di Balai Kota Jakarta, Jalan Medan Merdeka Barat, Kamis (1/8/2019).

Dia menyebut Jakarta memiliki jumlah penduduk lebih banyak daripada Surabaya. Kegiatan ekonomi di Jakarta juga disebutnya lebih tinggi dibanding Surabaya sehingga sampahnya lebih banyak.

"Terus yang kedua, jumlah penduduk juga lebih banyak. Belum lagi GDP kita, lebih ini lagi. Perputaran ekonomi kita kan jauh lebih besar daripada Surabaya, sehingga bangkitan sampahnya kan lebih tinggi, sehingga ya itu membutuhkan biaya yang lebih besar," ucap Andono.



Andono kemudian meluruskan pernyataan Ketua Fraksi NasDem DKI Jakarta Bestari Barus soal anggaran sampah. Dia mengatakan anggaran Rp 3,7 triliun yang disebut Bestari adalah anggaran Dinas LH DKI, bukan hanya untuk pengelolaan sampah.

"Sebenarnya Rp 3,7 triliun yang kemarin di-quote itu kan anggaran satu Dinas LH, yang itu komponennya macam-macam, termasuk pengadaan lahan. Kan kita mau bikin ITF. ITF-nya itu kan perlu lahan. Lahan di Jakarta mana ada yang murah. Itu proporsi yang terbesarnya," kata Andono.

Andono mengatakan tak hafal anggaran yang khusus untuk pengelolaan sampah. Namun Andono yakin anggaran pengolahan sampah Surabaya sama dengan anggaran satu kota administrasi.

"Saya nggak hafal. Tapi sudah kita ini kan. Apple to apple-nya ya justifikasinya kaya gitu. Surabaya itu hanya satu kota," kata Andono.



Dinas LH, kata Andono, bukan hanya mengatasi sampah. Bagi Andono, cakupan kerjanya lebih besar daripada Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau Kota Surabaya.

"Kalau kita ngomong kaya yang Surabaya punya, mestinya kita melihatnya satu sudin (dinas tingkat kota). Kalau kita kan Dinas LH, bukan Dinas Kebersihan. Dinas LH itu ngurusin bukan cuma sampah. Kita ngurusin udara, belum air, belum B3. Macam-macam kita," kata Andono.

Soal perbandingan antara Surabaya dan Jakarta ini disampaikan oleh Bestari Barus saat melakukan kunjungan ke Surabaya. Dia menyebut Surabaya lebih mampu mengatasi masalah sampah.

"Apakah Ibu Risma mau kita boyong ke Jakarta dalam waktu dekat? Masalah sampah ini bisa terselesaikan kalau pilkada mendatang Bu Risma pindah ke Jakarta," kata Bestari, yang disambut tepuk tangan peserta studi banding di Ruang Sidang Balai Kota Surabaya, Senin (29/7).

Bahkan Bestari juga mengkritik Pemprov DKI Jakarta, yakni soal jumlah anggaran yang terbilang besar namun masalah sampah di Ibu Kota masih menjadi PR besar.

"Anggarannya empat kali lipat dari Surabaya ini," ujar Bestari.



Simak Juga 'Anies: Jakarta Selama Ini Hanya Memungut Sampah, Tidak Mengelola':

[Gambas:Video 20detik]


(aik/haf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com