detikNews
Kamis 01 Agustus 2019, 15:27 WIB

Jaksa KPK Tuntut Penyuap Eks Direktur Krakatau Steel 2 Tahun Penjara

Faiq Hidayat - detikNews
Jaksa KPK Tuntut Penyuap Eks Direktur Krakatau Steel 2 Tahun Penjara Sidang pembacaan tuntutan bagi terdakwa penyuap mantan direktur di PT Krakatau Steel (Foto: Faiq Hidayat/detikcom)
Jakarta - Jaksa KPK menuntut Kenneth Sutardja hukuman penjara selama 2 tahun dan denda Rp 100 juta subsider 6 bulan kurungan. Kenneth diyakini jaksa bersalah ketika menjabat sebagai Direktur Utama PT Grand Kartech dengan memberikan suap ke mantan Direktur Produksi dan Teknologi PT Krakatau Steel (KS) Wisnu Kuncoro.

"Menuntut supaya majelis hakim yang mengadili dan memeriksa perkara ini, menyatakan terdakwa Kenneth Sutardja terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi," kata jaksa KPK Muhammad Asri Irwan saat membacakan surat tuntutan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Kamis (1/8/2019).




Jaksa menyebut Kenneth terbukti memberikan Rp 101.540.000 secara tunai ke Wisnu agar memberikan persetujuan pengadaan 2 unit boiler berkapasitas 35 ton. Proyek pengadaan PT Krakatau Steel itu disebut jaksa senilai Rp 24 miliar.

Namun suap itu disebut jaksa tidak diberikan secara langsung. Ada seorang perantara bernama Alexander Muskitta, yang juga dituntut dalam berkas terpisah. Jaksa mengatakan Kenneth dan Wisnu berhubungan dekat sehingga Kenneth sering mendapatkan proyek dari PT Krakatau Steel atau anak perusahaannya.

Atas perbuatan itu, Kenneth diyakini jaksa bersalah melanggar Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 64 ayat 1 KUHP.

Dalam sidang tuntutan terpisah, Direktur PT Tjokro Bersaudara Kurniawan Eddy Tjokro alias Yudi Tjokro dituntut 1 tahun 8 bulan penjara dan denda Rp 100 juta subsider 6 bulan kurungan. Yudi Tjokro diyakini jaksa bersalah menyuap Wisnu senilai Rp 55,5 juta.




Yudi Tjokro bersalah melanggar Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 64 ayat 1 KUHP.

Jaksa menolak permohonan justice collaborator yang diajukan Yudi Tjokro karena tidak memenuhi syarat. Yudi Tjokro disebut jaksa merupakan pelaku utama dalam kasus suap itu.

"Terdakwa adalah pelaku utama mengenai justice collaborator tidak dapat dikabulkan," kata jaksa.
(fai/dhn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com