detikNews
Rabu 31 Juli 2019, 14:35 WIB

Risma Pastikan Pengelolaan Sampah Ala Surabaya Bisa Diterapkan di Jakarta

Hendra Kusuma - detikNews
Risma Pastikan Pengelolaan Sampah Ala Surabaya Bisa Diterapkan di Jakarta Foto: Tri Rismaharini (Istimewa)
Jakarta - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menyebut pihaknya hanya mengeluarkan dana sekitar Rp 30 miliar untuk pengelolaan sampah. Model pengelolaan sampah di Surabaya disebut Risma bisa diterapkan di DKI Jakarta.

Risma awalnya menjelaskan soal pengelolaan sampah di Surabaya dengan memakai anggaran Rp 30 M. Dia berbicara soal alat pengontrol.


"Jadi saya punya alat ya, yang bisa kontrol. Jadi apakah sampah ini di TPS ini bisa terangkut jam yang sama. Kedua, memang karena saya ada banyak taman, 400-an taman kalau rawat kimia itu mahal sekali, makanya saya buat rumah kompos-kompos itu jumlah banyak sekitar 28. Ini yang mengurangi sampah yang kita buang ke TPA sehingga hasil kompos itu untuk rawat taman," kata Risma di Soehanna The Energy Building, Jakarta, Rabu (31/7/2019).

Selain itu, Risma menyebut warga Surabaya banyak yang memilah sampah serta mengolahnya sendiri menjadi kompos untuk menanam sayuran. Untuk sampah anorganik seperti kertas dan plastik, Risma mengatakan warga Surabaya memanfaatkannya dengan menjual kembali.

"Surabaya ada tempat pembuangan akhir di TPA. Setiap tahun jumlah penduduk Surabaya naik tapi sampahnya turun. Sampah turun karena terus terang saya kebanyakan turun karena selalu bayar tipping fee. Kalau jumlahnya semakin banyak, bayarnya semakin besar karena itu kita harus tekan," sebut dia.


Selanjutnya, Risma berbicara soal pengendalian pengeluaran untuk BBM truk sampah dan mobil sejenis lainnya. Dia juga menjelaskan soal peran penyapu jalan.

"Nah itu pertama. Kedua kelola bener, tiap hari per menit berapa jumlah BBM yang dikeluarkan untuk truk karena itu saya ada alat pengendali pengeluaran, termasuk misalkan berapa jumlah penyapu jalan di sini di jalan ini protokol. Dia kita akan bayar UMK sesuai undang-undang, bekerja 8 jam istirahat 1 jam. Nah itu kita hormati tapi kerja 8 jam dengan jaminan 3K," jelas Risma.

Risma mengatakan pengelolaan sampah di Surabaya bisa hanya dengan anggaran Rp 30 M karena dua hal. Dua hal itu membuat pengelolaan sampah di Surabaya efisien.

"Itu kita pantau betul kuncinya di monitoring dan kontrol sehingga mungkin efisien. Dan karena sampah itu turun, dan kemudian kita gunakan alat konvektor untuk angkut sehingga anggaran kita semakin lama semakin turun," tutur Risma.


Risma menegaskan cara pengelolaan sampah di Surabaya bisa diterapkan di DKI Jakarta. Alasannya, DKI Jakarta menurut Risma punya uang.

"Ya bisalah, wong Jakarta punya uang kok, Jakarta punya uang," ucap Risma.

"Iya (anggaran sampah di Surabaya) operasionalnya 30 (Rp 30 miliar), itu besar untuk orang Surabaya," jelas Risma.
(gbr/fjp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com