detikNews
Senin 22 Juli 2019, 13:12 WIB

Anulir Bu Dokter Jadi PNS karena Disabilitas, Bupati Solok Selatan Dikecam

Jeka Kampai - detikNews
Anulir Bu Dokter Jadi PNS karena Disabilitas, Bupati Solok Selatan Dikecam Drg Romi Sofpa Ismael (Foto: Istimewa)
Padang - Bupati Solok Selatan, Sumatera Barat (Sumbar), menganulir drg Romi Syofpa Ismael yang meraih ranking pertama di tes kompetensi. Alasannya, drg Romi mengalami disabilitas.

"Pemerintah Solok Selatan untuk mengarusutamakan penyelenggaraan negara yang melindungi hak-hak disabilitas dan mencegah terjadinya stigma dan diskriminasi terhadap disabilitas di lingkungan pemda Solok Selatan di kemudian hari," kata Ketua Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kota Padang Icun Suheldi dalam siaran pers yang diterima detikcom, Senin (22/7/2019).

Ikut pula menandatangani pernyataan itu Pertuni Kota Padang, Gerkatin Sumbar, Koalisi Perempuan Indonesia Wilayah Sumatera Barat, WCC Nurani Perempuan, mahasiswa PLB Universitas Negeri Padang, dan LBH Padang.

"Pemerintah Gubernur Sumatera Barat untuk bersungguh-sungguh dalam mengimplementasikan Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2015 tentang Perlindungan dan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas di semua wilayah provinsi Sumatera Barat," cetus Icun.

Masyarakat meminta kepala daerah seluruh Sumatera Barat agar serius mewujudkan kabupaten/kota yang inklusif bagi disabilitas. Masyarakat luas juga diminta agar menghapuskan segala stigma dan tindakan diskriminatif terhadap disabilitas dalam hal apa pun.

"Pemerintah Solok Selatan untuk mengangkat drg Romi Syofpa Ismael untuk menjadi CPNS di Puskesmas Talunan karena dia telah lulus tes CPNS di Pemda Solok Selatan Tahun 2018," pungkas Icun.

Sebelum ikut tes CPNS, drg Romi mengabdi sebagai dokter honorer di Puskesmas Talunan. Setelah itu, ia diangkat menjadi pekerja tidak tetap. Pada 2016, drg Romi Syofpa Ismael mengalami paraplegia setelah melahirkan, yang memaksanya harus menggunakan kursi roda untuk aktivitas sehari-hari.

Namun drg Romi tetap mengabdi di puskesmas dan tidak ada masalah dalam penanganan pasien gigi di puskesmas. Hingga muncul seleksi CPNS 2018 dan ia ikut seleksi.

"Dia menduduki peringkat terbaik ranking 1 untuk tes kompetensi," kata Direktur LBH Padang Wendra Rona Putra yang menjadi kuasa drg Romi.
(asp/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com