detikNews
Minggu 21 Juli 2019, 11:39 WIB

Ini Alibi Kuat Pedagang Sempolan Tak Terlibat Pembunuhan-Bakar Korban

Angling Adhitya Purbaya, Tim detikcom - detikNews
Ini Alibi Kuat Pedagang Sempolan Tak Terlibat Pembunuhan-Bakar Korban Tim hukum Ahmad Sapuan sedang menjelaskan kasus kliennya (angling/detikcom)
Semarang - Pedagang sempolan dari Pati, Jawa Tengah (Jateng) Ahmad Sapuan meyakini dirinya menjadi korban peradilan sesat. Ia merasa tidak terlibat pembunuhan berencana terhadap M Rizal Saefuddin, 5 tahun silam. Bagaimana alibinya sehingga ia sangat yakin tak terlibat?

Berikut data yang dihimpun dari berbagai sumber, Minggu (21/7/2019):

1. Tempat Kejadian Perkara (TKP)
Rizal dibunuh di hutan Mecon, Desa Kletek, Pucukwangi, Pati.

2. Kapan Rizal Dibunuh?
Rizal dibunuh pada 26 Agustus 2014 pukul 23.30 WIB.


3. Siapa saja yang terlibat?
Versi polisi/jaksa, Rizal dihabisi oleh Supriyadi, Sapuan dan Ngasiban. Ketiganya memiliki peran masing-masing.

4. Bagaimana Rizal dibunuh?
Rizal ditusuk dengan pisau di perutnya hingga meninggal dunia. Setelah itu, korban dibakar.

5. Apa motifnya?
Supriyadi dkk membunuh karena persoalan utang-piutang.


6. Bagaimana hukumannya?
Supriyadi dan Sapuan dihukum penjara seumur hidup oleh PN Pati, Pengadilan Tinggi (PT) Semarang dan Mahkamah Agung (MA).

7. Mengapa Sapuan Yakin Tak Terlibat?
Sapuan mengaku punya alibi kuat tidak terlibat pembunuhan itu. Yaitu saat kejadian pada 26 Agustus 2014 ia sedang di tempat lain yaitu di Jepara.

"Para saksi ini bersama dengan Ahmad Sapuan, bahkan tidur bersama dalam satu rumah di Jepara, saat pembunuhan itu terjadi," kata kuasa hukum Ahmad Sapuan, Yosep Parera.

Esoknya, orang tua Sapuan mengabari ada pembunuhan di Pati dan dia pulang.

"Saya ditelepon bapak saya, katanya ada pembunuhan dibakar. Lalu disuruh pulang ke Pati, dan saya pulang ke rumah mertua dan beraktifitas seperti biasa, yaitu jualan sempolan goreng," kata Sapuan.

Kemudian Sapuan dihubungi polisi dan kemudian diamankan. Proses hukum berlanjut dan menjalani persidangan. Ia merasa ada yang janggal dalam proses hukum perkaranya.

"Di persidangan saya juga tidak mengenal saksi, para saksi juga tidak mengenal saya. Kemudian rekonstruksi oleh polisi saya juga tidak diajak, dan saya juga tidak tahu alur pembunuhan itu bagaimana," cetus Sapuan.

8. Langkah Hukum Apa yang Diambil Agar Bebas?
Sapuan sedang mengajukan grasi dan Peninjauan Kembali (PK).



(asp/asp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com