detikNews
Kamis 18 Juli 2019, 15:48 WIB

Ini Alasan Pemda Sigi Relokasi Korban Gempa dari Huntara Pombewe

M Qadri - detikNews
Ini Alasan Pemda Sigi Relokasi Korban Gempa dari Huntara Pombewe Kondisi Desa Jono Oge usai terjadi gempa M 7,4 dan likuifaksi (Muhammad Taufiqqurrahman/detikcom)
Palu - Pemerintah Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, menjelaskan soal relokasi ratusan korban bencana gempa bumi dan likuefaksi. Pemerintah mengatakan Desa Jono Oge merupakan kawasan zona merah.

Camat Biromaru, Ruslan, mengatakan pihaknya mendatangi lokasi hunian sementara (huntara) Desa Pombewe beberapa hari lalu untuk mengimbau warga pindah ke Desa Jono Oge. Pasalnya, Desa Pombewe akan diratakan untuk pembangunan hunian tetap (huntap).

"Ini perintah Bupati Sigi, untuk mengimbau warga agar bisa pindah ke Desa Jono Oge, dan menempati lokasi huntara yang kosong dan tersedia di sejumlah titik di Kecamatan Biromaru. Karena di Dusun 3, Desa Pombewe akan dibangunkan huntap yang diprioritaskan untuk korban bencana," kata Ruslan saat dihubungi, Kamis (18/7/2019).


Saat ini warga tidak mau pindah kecuali disiapkan huntap. Pemerintah saat ini masih mencari lokasi huntara bagi korban yang ada di Desa Pombewe.

Sementara itu, Ketua Forum Bencana Jono Oge, Ridwan Yangge, mengatakan warga tetap bertahan untuk tinggal di huntara Desa Pombewe. Warga membangun huntara menggunakan bahan sisa-sisa gempa dan likuefaksi.

"Harga mati, kami tidak akan mau pindah. Seharusnya pemerintah memindahkan korban dari huntara ke huntap, bukan dari huntara ke huntara. Dan juga pemerintah harus melakukan sosialisasi terlebih dahulu sebelum memutuskan jangka waktu untuk mengosongkan daerah Desa Pombewe," tegas Ridwan.


Dia mengatakan sebagian warga sudah bercocok tanam, bekerja, dan berjualan di lokasi untuk meningkatkan perekonomian.

Sebelumnya pemerintah Sulteng sudah mengeluarkan imbauan penetapan zona merah atau wilayah rawan gempa yang tidak boleh lagi dihuni oleh masyarakat di Kota Palu, Sigi, dan Donggala. Dalam waktu dekat, pemerintah akan menetapkan dalam bentuk peraturan daerah tentang rencana tata ruang wilayah (RTRW).


Wakil Bupati Sigi, Paulina, membenarkan bahwa lokasi Desa Jono Oge masuk dalam kawasan zona merah, walaupun belum ada kepastian pasti titik yang rawan untuk ditempati hunian.

"Iya daerah Desa Jono Oge kan terjadi likuifaksi, dan sangat jelas masuk dalam kawasan zona merah, namun kami belum ada data kepastian batasan kawasan terlarang tersebut," kata Paulina saat dihubungi via telepon pada Rabu (18/7).

Simak Video "Melihat Kegiatan Belajar di Sekolah Darurat Pascagempa Palu"
[Gambas:Video 20detik]

(jbr/jbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com