detikNews
Kamis 18 Juli 2019, 00:00 WIB

Soal Gempa Bali, BMKG Ingatkan Warga Mitigasi Bencana

Muhammad Fida Ul Haq - detikNews
Soal Gempa Bali, BMKG Ingatkan Warga Mitigasi Bencana Foto: Antara Foto
Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengatakan masih ada potensi gempa di Bali bisa kembali terjadi. BMKG mengingatkan agar masyarakat selalu waspada dalam mengantisipasi gempa yang bisa terjadi sewaktu-waktu.

"Gempa kemarin pagi seolah memberikan pesan, bahwa zona subduksi lempeng selatan Bali masih aktif dan mampu memicu gempa signifikan. Gempa ini menjadi alarm pengingat bahwa kita patut waspada. Manifestasi sikap waspada dapat diwujudkan dengan membenahi upaya mitigasi secara menyeluruh, baik upaya mitigasi struktural maupun non struktural, bukan dalam bentuk sikap ketakutan dan kecemasan, serta sikap yang tidak produktif," kata Kepala Bidang Informasi Gempa bumi dan Peringatan DIni Tsunami BMKG, Dr Daryono, melalui keterangan tertulisnya, Rabu (17/7/2019).

Daryono mengingatkan Bali pernah mengalami gempa yang sangat besar pada tahun 1917. Gempa tersebut mengakibatkan ribuan orang meninggal.

"Potensi gempa kuat di zona subduksi juga tercermin dalam catatan sejarah. Satu satunya peristiwa gempa besar akibat aktivitas subduksi lempeng selatan Bali adalah peristiwa Gempa Bali 21 Januari 1917. Gempa yang terjadi pagi hari pukul 6.50 WITA ini episenternya berada di Samudra Hindia sebelah tenggara Pulau Bali. Menurut Fox (2010), gempa ini menyebabkan 1.500 orang meninggal, merusak 64.000 bangunan rumah termasuk beberapa istana, 10.000 lumbung beras, dan 2.431 Pura, termasuk Pura Besakih," jelas Daryono.

Daryono menuturkan Bali masih m
engalami potensi gempa akibat proses subduksi. Dia mengingatkan warga Bali agar selalu waspada.

"Proses subduksi ini tidak hanya menimbulkan aktivitas tektonik seperti gempa bumi tetapi juga aktivitas vulkanik Gunung Agung yang secara berkala mengalami erupsi," sebut Daryono.

Sebelumnya, gempa berkekuatan magnitudo 5,8 yang mengguncang Pulau Bali kemarin menyebabkan belasan bangunan sekolah rusak. Dari data BPBD Provinsi Bali, total ada 48 bangunan rusak akibat gempa kemarin. Mayoritas kerusakan ada di Kabupaten Badung, dengan total kerusakan 36 bangunan dan 15 di antaranya sekolah dari tingkat SD-SMA.

Dari data BPBD Badung rata-rata kerusakan yang dialami sekolah-sekolah tersebut yakni genteng dan plafon runtuh serta tembok retak. Sekolah yang rusak itu tersebar di kecamatan Kuta Selatan Utara (11), Kuta (3), Kuta Utara (1). Selain itu ada juga dua sekolah di Jembrana yang mengalami rusak, sehingga total ada 17 sekolah yang mengalami rusak di Pulau Bali.

Simak Video "Doa Netizen Mengalir Pasca Gempa Bali Pagi Tadi"
[Gambas:Video 20detik]

(fdu/fdu)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com