detikNews
Rabu 17 Juli 2019, 17:59 WIB

Putra Kandung Bantah Eks Bos Kadin Bali Anak Angkat Mangku Pastika

Aditya Mardiastuti - detikNews
Putra Kandung Bantah Eks Bos Kadin Bali Anak Angkat Mangku Pastika Anak eks Gubernur Bali I Made Mangku Pastika, Putu Pasek Sandoz di sidang penipuan eks bos Kadin Bali. (Dita/detikcom)
Bali - Dalam dakwaan eks Ketua Kadin Bali AA Ngurah Alit Wiraputra mengaku sebagai anak angkat mantan Gubernur Ali Made Mangku Pastika untuk meyakinkan korbannya dalam kasus penipuan perizinan proyek Pelabuhan Benoa. Pertanyaan ini dikonfirmasi jaksa ke anak kandung Mangku Pastika, Putu Pasek Sandoz.

"Bener terdakwa anak angkat gubernur Bali?" tanya jaksa I Gede Raka Arimbawa ke Sandoz saat sidang di PN Denpasar, Jl PB Sudirman, Bali, Rabu (17/7/2019).

"Bukan," jawab Sandoz.


Jaksa Arimbawa kembali menanyakan hal senada ke Sandoz. Dia memastikan apakah Alit benar-benar bukan anak angkat ayahnya.

"Terdakwa bukan anak angkat gubernur Bali ya?" tanya Arimbawa lagi.

"Bukan," jawab Sandoz lagi.

Dalam persidangan, Sandoz mengakui sebagai konsultan nonformal terkait perizinan perluasan pelabuhan Benoa oleh pemilik PT Bangun Segitiga Mas (BSM) Sutrisno Lukito Disastro. Dia mengaku tidak mengetahui pertemuan-pertemuan di rumah gubernur yang dihadiri Sutrisno, Jayantara, Candra, dan Alit.

"Saya tidak tahu," ujar Sandoz.


Dia juga mengaku menolak terlibat dalam kesepakatan penyusunan perjanjian kerja sama pembentukan PT BSM. Dia juga mengaku tidak tahu-menahu soal proses terbitnya izin rekomendasi dari Bappeda terkait perizinan proyek perluasan pelabuhan Benoa.

"Dari awal memang saya tidak mau terikat dengan perjanjian kerja," jawabnya.

Dalam persidangan, Sandoz mengaku lupa rincian duit yang dia terima dari Alit. Namun, dari BAP yang dibacakan hakim, dia menerima duit senilai Rp 7,5 miliar dan juga USD 80 ribu.


Diberitakan sebelumnya, eks Ketua Kadin Bali AA Ngurah Alit Wiraputra mengaku sebagai anak angkat Gubernur Bali Made Mangku Pastika untuk meyakinkan korbannya dalam kasus penipuan perizinan proyek Pelabuhan Benoa. Jaksa menyebut hal itu yang membuat korban menjadi percaya untuk menyetorkan duit senilai Rp 16,1 miliar.

"Bahwa Sutrisno Lukito Disastro dan Abdul Satar mau menyerahkan uang sejumlah Rp 16,1 miliar kepada terdakwa Alit karena ada kata-kata yang diucapkan terdakwa Alit mengaku sanggup untuk mengurus izin rekomendasi Gubernur Bali untuk pengembangan dan pembangunan pelabuhan Benoa dan mengaku sebagai anak angkat Gubernur Bali I Made Mangku Pastika membuat saksi Sutrisno Lukito Disastro menjadi yakin dan percaya dan tergerak hatinya untuk membuat kesepakatan saling pengertian tanggal 26 Januari 2012 dan menyerahkan uang sebesar Rp 16,1 miliar kepada terdakwa Alit," kata jaksa I Gde Raka Arimbawa saat membacakan surat dakwaan di PN Denpasar, Jl PB Sudirman, Denpasar, Bali, Senin (17/6/2019).

Simak Video "Ketua Kadin Bali Ditahan Gegara Kasus Penipuan Hingga Rp 16 M"
[Gambas:Video 20detik]

(ams/idn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com